Capaian ASI Eksklusif Tuban 86,85%, Dinkes P2KB Berdayakan Lansia Lewat Program Siti Asik

Peserta program Siti Asik (Lansia Motivator ASI Eksklusif) berfoto bersama usai mengikuti Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Siti Asik Tahun 2026 di Kabupaten Tuban (foto istimewa)

TUBAN (wartadigital.id) – Lansia tidak hanya menjadi sasaran pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mendukung kesehatan generasi penerus.

Di Kabupaten Tuban, potensi tersebut diwujudkan melalui program Siti Asik (Lansia Motivator ASI Eksklusif), yang melibatkan lansia mandiri untuk mendampingi ibu menyusui. Melalui pendampingan ini, para lansia turut berperan memberikan dukungan emosional dan berbagi pengalaman kepada ibu dalam menjalani proses menyusui.

Bacaan Lainnya

Program yang digagas Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) ini menjadi salah satu upaya mengoptimalkan potensi lansia agar tetap aktif, produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Kehadiran lansia sebagai motivator diharapkan dapat membantu ibu menyusui menghadapi berbagai tantangan, sekaligus meningkatkan dukungan sosial terhadap pemberian ASI eksklusif.

Sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan, Dinkes P2KB Tuban menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Siti Asik Tahun 2026, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi dan peluncuran awal program yang telah dilaksanakan pada 21 Juli 2026.

Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Heni Purnomo Wati, melalui Sekretaris Dinkes P2KB Tuban, dr. Atiek Supartiningsih, menyampaikan, keberadaan program Siti Asik memberikan ruang nyata bagi para lansia agar tetap aktif, produktif, dan berdaya di masyarakat.

Dinkes P2KB Tuban menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Siti Asik Tahun 2026, Selasa (3/11/2026)

“Melalui pendampingan dari lansia motivator ASI, para ibu menyusui mendapatkan dukungan emosional serta berbagi pengalaman berharga dalam mengatasi tantangan menyusui. Ini juga sangat membantu mengurangi stigma dan tekanan sosial yang sering dihadapi oleh ibu menyusui,” ujar dr. Atiek.

Dikatakan dia, upaya meningkatkan pemberian ASI eksklusif tersebut juga tercermin dari capaian Kabupaten Tuban. Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Oktober 2026, cakupan pemberian ASI eksklusif mencapai 86,85 persen. Angka tersebut melampaui target daerah sebesar 85 persen.

Sementara itu, dari sisi pemberdayaan lansia, Kabupaten Tuban memiliki potensi yang cukup besar. Dari total sasaran 192.701 lansia, sebanyak 165.670 orang atau sekitar 86 persen telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dari kelompok tersebut, tercatat 98.525 lansia dalam kategori mandiri.

Dengan potensi itu, lansia diharapkan tidak hanya mampu menjaga kesehatan dan kemandirian diri, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat. Melalui SITI ASIK, pengalaman dan dukungan para lansia diharapkan dapat menjadi sumber motivasi bagi ibu menyusui, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan selama masa menyusui.

Untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan, kegiatan ini melibatkan sejumlah unsur di tingkat kabupaten, puskesmas, hingga desa. Pertemuan monitoring dan evaluasi tersebut dihadiri jajaran Dinkes Provinsi Jawa Timur, Kepala Puskesmas Semanding dan Jenu, penanggung jawab lansia serta tenaga pelaksana gizi (TPG) dari Puskesmas Semanding, Jenu, Tuban, dan Wire.

Hadir pula para bidan desa dari wilayah lokus, yakni Desa Prunggahan Kulon, Beji, dan Sugihwaras, serta perwakilan ibu hamil dan lansia.

Melalui penguatan program Siti Asik, pihaknya berharap keterlibatan lansia dalam mendukung ibu menyusui dapat terus berkembang. Dengan adanya pendampingan dan dukungan sosial dari lingkungan sekitar, ibu diharapkan semakin terbantu dalam memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah meningkatkan kesehatan bayi dan mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan,” kata dia. uba

Pos terkait