
SURABAYA (wartadigital.id) – Sebuah kisah penuh haru datang dari perjalanan haji 2025. Seorang jemaah haji asal Lumajang, Jawa Timur, bernama Tristy Erlinawati, melahirkan buah hatinya di Makkah saat menjalankan ibadah haji dan kini berhasil pulang ke Indonesia.
Setelah tiga bulan berjuang merawat bayi yang lahir prematur, Tristy bersama suami dan putra kecil mereka akhirnya tiba di Tanah Air dengan selamat, Selasa (2/9/2025) siang di Bandara Internasional Juanda.
Bayi laki-laki itu diberi nama Nu’aim, yang dalam bahasa Arab bermakna ‘kenikmatan’. Kehadirannya menjadi anugerah sekaligus ujian kesabaran bagi kedua orangtuanya.
“Ketika tawaf di putaran ketiga, ketuban saya pecah. Saya belum kontraksi, tetapi akhirnya Allah berkehendak lain. Nu’aim lahir di usia kandungan sekitar 27 minggu, dengan berat hanya 1,2 kilogram,” cerita Tristy, melalui siaran pers Humas Kemenag Jatim, Rabu (3/9/2025).
Selama tiga bulan di Arab Saudi, pasangan suamu istri ini harus bolak-balik dari Wisma Haji Daker ke rumah sakit untuk mengantarkan ASI bagi Nu’aim yang dirawat di inkubator.
Berat badan bayi perlahan naik hingga kini mencapai 2,3 kilogram, dan baru diizinkan dokter pulang setelah bisa bernapas mandiri serta menyusu tanpa bantuan alat. Bagi Tristy dan sang suami, pengalaman ini adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan ibadah haji.
“Alhamdulillah, pemerintah menanggung seluruh kebutuhan kami. Selama menunggu Nu’aim berkembang, kami juga memerbanyak ibadah di Masjidil Haram. Semua ini menjadi pengalaman spiritual yang sangat berharga,” ungkap Tristy.
Kepulangan keluarga kecil ini disambut hangat oleh jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Muh. As’adul Anam, turut hadir menyampaikan kebahagiaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyambut kepulangan dua jemaah beserta bayi yang lahir di Tanah Suci. Semoga mereka diberi kesehatan dan keberkahan,” ucap As’adul Anam.
Kisah kelahiran Nu’aim ini, menambah catatan unik dalam perjalanan haji 2025. Di tengah jutaan jemaah dari seluruh dunia, lahir seorang bayi Indonesia yang kini pulang ke Tanah Air dengan selamat dan menjadi simbol cinta, doa, maupun ketabahan seorang ibu di Tanah Suci. kmg, jat





