
SURABAYA (wartadigital.id) – Hasil pertandingan hari kedua Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026 menghadirkan kejutan sekaligus sinyal kuat perubahan peta kekuatan. Kabupaten Mojokerto tampil sebagai juara umum setelah menjadi pengumpul medali terbanyak dengan raihan 8 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.
Posisi kedua ditempati Kota Surabaya dengan 5 emas, 11 perak, dan 11 perunggu, disusul Kabupaten Sidoarjo di peringkat ketiga dengan 4 emas dan 4 perak.
Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Gresik, Malang, Jombang, hingga Lumajang juga turut menyumbang medali emas, menunjukkan pemerataan prestasi yang semakin nyata.
Pelatih Tim Loncat Indah Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro, menilai hasil tahun ini cukup memuaskan. Menurutnya, banyak talenta baru bermunculan dan berpotensi menjadi andalan Jawa Timur di masa depan.
“Ini hasil yang menggembirakan. Banyak atlet muda yang mulai menunjukkan kualitas dan bisa menjadi harapan ke depan,” ujar Ronaldy usai penutupan Kejurprov Loncat Indah dan Renang Artistik 2026, di Kolam Renang Primalarasa Surabaya, Minggu (19/4/2026).
Ronaldy juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Mojokerto yang berhasil keluar sebagai juara umum. Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti pembinaan yang berjalan baik di daerah.
“Selamat untuk Kabupaten Mojokerto yang berhasil menjadi juara umum. Ini menunjukkan kerja keras dan sistem pembinaan yang efektif,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti penyebaran medali emas yang semakin merata. Dari total 11 kabupaten/kota peraih medali, sebanyak 7 daerah mampu menyumbangkan medali emas. Bahkan, Lamongan yang belum meraih emas berhasil mengamankan dua medali perak, menandakan peningkatan performa.
“Perkembangan loncat indah di Jawa Timur sudah mulai merata. Tidak lagi terpusat di satu atau dua daerah saja,” kata Ronaldy.
Dengan kondisi tersebut, ia berharap ke depan semakin banyak daerah yang ikut berpartisipasi. Jika saat ini baru belasan daerah yang terlibat, bukan tidak mungkin jumlah peserta akan meningkat hingga 15 bahkan 20 kabupaten/kota pada edisi berikutnya.
Sementara, Mamat Pelatih Loncat Indah Kabupaten Mojokerto mengaku bersyukur atas hasil Kejurprov kali ini. “Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan yang kami miliki, anak-anak tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam berlatih. Kami bahkan tidak memiliki fasilitas latihan di air, dan baru tiga hari sebelum kejuaraan bisa berlatih di kolam. Namun yang terpenting, anak-anak tetap semangat dan mampu memberikan hasil terbaik hingga menjadi juara umum,” ungkapnya.
Para atlet Kabupaten Mojokerto turun di berbagai nomor, mulai dari papan 0,5 meter, 1 meter, hingga 3 meter. Selain itu juga ada nomor 1 meter open putri, 3 meter open putri, serta nomor putri di papan 0,5 meter dan 1 meter.
Ia berharap atlet Mojokerto terus berkembang dan maju. Terkait fasilitas, ia masih sangat berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dapat membangun kolam loncat indah, bahkan jika memungkinkan berstandar nasional. Sebab saat ini, anak-anak harus menempuh jarak yang sangat jauh ke Surabaya untuk bisa berlatih karena keterbatasan fasilitas kolam di daerah.
Hasil ini sekaligus memunculkan pertanyaan baru, apakah dominasi Kota Surabaya dalam cabang olahraga loncat indah mulai tergeser? Melihat performa Kabupaten Mojokerto serta munculnya kekuatan baru dari berbagai daerah, peta persaingan kini semakin terbuka dan kompetitif di tingkat Jawa Timur. kni, jat





