Dorong Swasembada Desa, BSI Launching Penebaran Induk Cacing Program Sentra  UMKM di Wonosalam

Launching penebaran induk cacing program Sentra UMKM di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, Kamis (12/12/2024).

JOMBANG (wartadigital.id)  – PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan Bangun Sejahtera Indonesia Maslahat (BSI Maslahat) melaunching penebaran induk cacing program Sentra UMKM  untuk menandai hadirnya desa binaan budidaya cacing di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, Kamis (12/12/2024).

Program ini bertujuan untuk mendukung  sentra budidaya cacing untuk  pupuk organik  (vermikompos) dan tanaman vanili di Dusun Tukum Kec Wonosalam.  Targetnya mampu meningkatkan pendapatan dan keahlian masyarakat desa, serta mengembangkan sumber daya ekonomi lokal.

Bacaan Lainnya

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Regional 8 Surabaya Jajang Abdul Karim menjelaskan hari ini pihaknya meresmikan desa binaan budidaya cacing untuk pupuk di Dusun Tukum. Dan ini adalah  inovasi luar biasa di sektor pertanian. “Apa yang dilakukan desa binaan ini sejalan dengan  komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan swasembada pangan sebagai langkah utama guna menghadapi tantangan global yang makin kompleks. Indonesia diminta mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri. Desa binaan budidaya cacing ikut mendukung swasembada pangan dalam penyediaan pupuk organik untuk pertanian ,” katanya.

Penyerahan modal usaha Rp 300 juta kepada KTH Lestari.

Jajang juga menegaskan komitmen BSI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai program, salah satunya desa binaan.  “Kami serius untuk membangun desa – desa binaan, salah satunya apa yang ada di Dusun Tukum. Karena itu kami menyalurkan bantuan modal usaha sebagai bentuk dukungan,” kata Jajang.

Pihaknya berharap para petani dan peternak nantinya bisa mandiri, bahkan bisa memproduksi pupuk sendiri dan memasarkan. Jika dalam proses itu membutuhkan bantuan, misalnya modal usaha pihaknya siap membantu. “Kami berharap hubungan ini berkelanjutan, dan kita bisa bersinergi bersama-sama ke depan untuk pengembangan dan kemajuan ekonomi,” katanya.

Jajang menjelaskan setiap tahun BSI sebagai bank syariah mengeluarkan zakat. Pada 2023, zakat perusahaan yang diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) senilai hampir Rp 223 miliar. “BSI juga diminta mengelola sebagian zakat itu melalui BSI Maslahat. Dengan dana-dana itulah kami membantu  UMKM, desa binaan dan lainnya,” katanya.

Pemberian santunan kepada yatim piatu dan dhuafa.

Ketua KTH (Kelompok Tani Hutan) Lestari – mitra Koperasi Sabiilus Salam-  Zainal mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BSI yang memberikan bantuan modal kerja bagi anggotanya. Dia berharap  kegiatan ini bisa berkelanjutan dan mampu mengangkat ekonomi masyarakat Dusun Tukum Wonosalam. “Kami juga butuh bimbingan, saran, kritikan untuk kebaikan KTH Lestari ke depannya,” katanya.

Pembina Yayasan Sabiilus Salam HR Moh Faried SH menjelaskan salah satu yang mendasari pihaknya merintis budidaya cacing karena banyaknya limbah peternakan (kotoran hewan alias kohe) di kawasan Wonosalam. Para peternak kadang membuang limbahnya di sungai dan menimbulkan polusi.

“Jadi kami ingin mengurangi limbah peternakan dan memanfaatkan limbah itu agar bernilai ekonomi tinggi. Caranya dengan membuat pupuk organik, vermikompos. Prinsipnya membisniskan kohe, menzerokan polusi,” kata mantan Bupati Lamongan dua periode ini.

Sementara Kepala Puskesmas Wonosalam dr Irfan Ubaidilla dalam kesempatan itu menjelaskan cacing memilliki banyak manfaat. Tak hanya bermanfaat  terutama untuk tanah misalnya bisa meningkatkan ketersediaan nutrisi, membuat struktur tanah menjadi lebih stabil hingga membantu meningkatkan produktivitas tanaman. Namun juga bermanfaat  untuk kesehatan tubuh manusia .

Cacing diketahui memainkan peran sentral dalam sistem kekebalan tubuh, pencegahan dan juga pengobatan penyakit jantung, anti tumor, antioksidan, penyembuh luka, mengobati penyakit tifus dan lainnya.

Penandatanganan MoU bersama KTH Lestari.

Dalam kegiatan launching desa binaan itu, juga diserahkan secara simbolis bantuan modal usaha senilai Rp 300 juta kepada KTH Lestari. Penerima manfaat 30 orang yang terbagi dalam 5 kelompok yang merupakan warga Dusun Tukum dan sekitarnya. Dilanjutkan MoU bersama KTH Lestari dan pemberian santunan kepada yatim piatu dan dhuafa.

Untuk diketahui, BSI dan BSI Maslahat berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengembangan UMKM di Indonesia. Salah satu bentuk komitmen tersebut, BSI dan BSI Maslahat meluncurkan program UMKM BSI yang fokus untuk memberdayakan UMKM agar mampu meningkatkan omzet dan pendapatannya.

Program pemberdayaan UMKM BSI menitikberatkan pada program yang keberlanjutan (sustainable) melalui penguatan ekonomi sehingga dapat memberi dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu (miskin) dan penguatan pelaku usaha mikro berbasis Zakat, Infaq dan Shodaqoh. nti