
Warga Palestina melintas di tengah reruntuhan bangunan di Gaza.
TEHERAN (wartadigital.id) – Negara-negara Muslim lain diharapkan untuk memberikan bantuan militer atau pun keuangan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza. Desakan ini disampaikan setelah Israel dan kelompok perlawanan Palestina di Gaza—Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) sepakat gencatan senjata. Kesepakatan itu tercapai setelah 11 hari perang berdarah.
“Negara-negara Muslim harus dengan sungguh-sungguh terjun ke lapangan untuk mendukung bangsa Palestina baik dalam aspek militer dan keuangan serta untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur di Gaza. Negara-negara Muslim harus menuntut pemerintah mereka melaksanakan tugas ini,” kata Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah pernyataan di situsnya.
Khamenei mengatakan Israel telah dipaksa untuk menerima kekalahan oleh pejuang bersenjata Palestina. “Saya berterima kasih kepada Tuhan yang maha kuasa atas kemenangan dan kehormatan yang diberikan kepada para pejuang Palestina,” katanya.
“Kejahatan yang berlanjut dan gencatan senjata merupakan kekalahan (bagian dari Israel). Mereka dipaksa untuk menerima kekalahan. Israel tidak berdaya melawan kebangkitan Palestina bersatu,” papar Khamenei seperti dikutip Times of Israel, Sabtu (22/5/2021).
Dijelaskan Khamenei, kesiapan pemuda Palestina dan unjuk kekuatan oleh kelompok bersenjata di Gaza akan membuat Palestina lebih kuat dari hari ke hari dan musuh lebih lemah dan lebih tercela.
Iran selama ini menjadi pemasok utama senjata untuk Hamas dan PIJ, dua faksi bersenjata Palestina di Jalur Gaza. Gencatan senjata berlaku pada hari Jumat pukul 02.00 dini hari waktu setempat, setelah 11 hari pertempuran berdarah.
Serangan Israel di Gaza sejak 10 Mei telah menewaskan 243 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, kata Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza. Sedangkan ribuan roket yang ditembakkan ke Israel dari Gaza telah merenggut 12 nyawa di Israel.
Lebih lanjut, Khamenei menyerukan tindakan hukum terhadap pemerintah Israel, termasuk perdana menterinya. “Semua elemen efektif dari rezim ini dan penjahat (Benjamin) Netanyahu harus dikejar oleh pengadilan internasional dan independen dan dihukum,” katanya.
Sementara itu konvoi pertama bantuan kemanusiaan telah tiba di Gaza setelah gencatan senjata antara Israel dan militan Palestina diberlakukan.
Berbagai badan bantuan, termasuk yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mulai membawa pasokan yang sangat dibutuhkan ke Gaza pada Jumat (21/5/2021) waktu setempat, beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan.
Sebuah penyeberangan kunci ke Gaza di Kerem Shalom dibuka kembali, memungkinkan truk yang membawa obat-obatan, makanan, dan bahan bakar ke daerah kantong tersebut.
Awal pekan ini, Israel membuka kembali penyeberangan sehingga Gaza dapat menerima bantuan kemanusiaan. Namun tak lama kemudian penutupan dilakukan kembali. Israel mengatakan penutupan itu dipicu oleh militan Palestina yang menembakkan mortir ke daerah itu.
Selama bertahun-tahun Gaza telah menjadi sasaran pembatasan Israel dan Mesir atas perjalanan orang dan barang. Kedua negara menyebutkan kekhawatiran tentang senjata yang sampai ke Hamas.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (Unwra) mengatakan prioritasnya adalah mengidentifikasi dan membantu puluhan ribu orang yang mengungsi akibat konflik. Badan tersebut mengatakan bahwa pihaknya segera mencari bantuan senilai 38 juta dolar AS (Rp 546 miliar).
Menurut badan Anak PBB (Unicef), lebih dari 100.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, dan hampir 800.000 orang tidak memiliki akses ke air pipa di Gaza.
Namun gencatan senjata itu kembali dinodai oleh bentrokan baru di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Jumat (21/5/2021) usai Salat Jumat. siz, sin, toi