International Bromo Marathon 2024: Pj. Bupati Andriyanto Berangkatkan 1.600 Pelari dari Plataran Tosari

International Bromo Marathon menjadi ikon sekaligus sebagai city branding Kabupaten Pasuruan

PASURUAN (wartadigital.id) –
International Bromo Marathon kembali digelar di Kecamatan Tosari. Tahun ini diikuti oleh ribuan peserta, baik dari dalam maupun luar negeri. Digelar pada hari Minggu (1/9/2024), ke-1.600 peserta lomba lari diberangkatkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto dari titik start di Plataran Bromo, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari.

Turut mendampingi, Kepala Bakorwil III Malang Provinsi Jawa Timur, Plh. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur dan Pemimpin Bank Jatim.

Bacaan Lainnya

Dengan ribuan peserta baik dari dalam maupun negeri, perhelatan lomba lari yang diikuti 22 negara tersebut, Penjabat Kepala Daerah Kabupaten Pasuruan berharap, International Bromo Marathon menjadi ikon sekaligus sebagai city branding Kabupaten Pasuruan. Peningkatan jumlah wisatawan dan kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di antara tujuan utamanya.

“Bromo Marathon yang sudah menjadi even tahunan harus benar-benar kita manfaatkan bersama. Terutama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasuruan,” urainya pada saat dijumpai Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan seusai memberangkatkan peserta kategori anak-anak.

Masih di momen yang sama, Pj. Bupati Andriyanto menambahkan, kesuksesan terselenggaranya kegiatan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sekaligus sebagai motivasi dan spirit terbarukan ke depannya agar semakin sukses pelaksanaannya. Sehingga akan memberikan banyak benefit bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan, terutama warga Kecamatan Tosari.

Pantauan di lokasi acara, baik seluruh peserta, masyarakat bahkan puluhan awak media nasional yang memadati Plataran Bromo sedari pukul 5 pagi tersebut tampak sangat antusias. Terlebih pada saat Pj. Bupati Andriyanto mengibarkan secara bersama-sama bendera, sebagai pertanda perlombaan dimulai.

Suasana semakin atraktif dan meriah dengan penampilan kesenian tradisional khas masyarakat Tengger, Bale Ganjur yang mengiringi selama kegiatan berlangsung. Ada juga kesenian Bantengan, masih dari Tosari.

Ditambah lagi dengan aneka produk UMKM yang memenuhi stan, berjajar mengular di sekitar venue. Semakin melengkapi keseruan ajang kompetisi lomba lari bergengsi yang saat ini merambah ke peserta berusia belia tersebut.

Seperti diketahui, dalam perhelatan lomba lari lintas negara tahun ini ada lima kategori yang dilombakan, masing-masing, Bromo Marathon (42.195 Km), Half Marathon Bromo (21,097 Km), Bromo 10 Km, Bromo 5 Km dan Bromo untuk Anak-Anak (2,5 Km).

Tahun ini ada 22 negara yang berpartisipasi, diantaranya, Australia, Belgia, Brunei Darussalam, Kanada, China, Denmark, Perancis, Jerman dan India. Ada juga Irlandia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Belanda, Selandia Baru, Polandia, Portugal, Singapura, Thailand dan Inggris, Amerika Serikat.

Keindahan panorama alam di sepanjang rute yang ditempuh para pelari merupakan nilai jual yang bisa jadi tidak dijumpai di even lomba lari sejenis. Belum lagi kontur dan elevasi medan yang bervariasi mulai 1.950-2.750 mdpl, membuat International Bromo Marathon menyuguhkan tantangan dan sensasi tersendiri. sur, kmf

Pos terkait