SURABAYA (wartadigital.id) – Sepanjang awal Tahun 2026 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memerkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Tak pelak, berbagai program edukasi pun digencarkan secara masif, baik melalui tatap muka maupun platform digital.
Dikonfirmasi hal itu, Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, Rabu (8/4/2026), mengatakan, sejak 1 Januari hingga 27 Maret 2026, OJK telah menyelenggarakan 1.002 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 1.915.983 peserta di seluruh Indonesia.
Selain itu, platform digital Sikapi Uangmu juga terus dioptimalkan sebagai sarana literasi keuangan masyarakat. Tercatat sebanyak 98 konten edukasi telah dipublikasikan melalui minisite dan aplikasi dengan total 885.813 penonton.
“Pemanfaatan kanal digital menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat secara lebih efektif dan efisien,” ujar Agus.
Tak hanya itu, OJK juga mengembangkan Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) yang telah digunakan oleh 4.114 pengguna. Hingga periode tersebut, tercatat 3.464 kali akses modul pembelajaran serta 2.420 sertifikat kelulusan yang telah diterbitkan.
Dalam skala yang lebih luas, implementasi program Gencarkan juga menunjukkan capaian signifikan. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, telah dilaksanakan 8.107 kegiatan yang menjangkau 36,2 juta peserta di seluruh Indonesia. Program ini terdiri dari 4.833 kegiatan edukasi keuangan secara langsung dan 3.274 konten edukasi digital.
Program Gencarkan juga telah menjangkau 325 kabupaten/kota atau sekitar 63,23 persen dari total wilayah di Indonesia, menunjukkan pemerataan akses edukasi keuangan yang semakin luas.
Selain edukasi masyarakat, OJK juga memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan. Salah satunya melalui kegiatan Capacity Building Edukasi dan Literasi Keuangan Duta se-Indonesia (OJK Peduli Cerdas) Seri #3 Tahun 2026 yang mengangkat tema “Rayakan Lebaran Bersuka Cita, Tanpa Drama Keuangan Setelahnya”, yang diikuti oleh 477 duta literasi keuangan secara virtual pada 10 Maret 2026.
Di sisi lain, penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga terus dilakukan. OJK menyelenggarakan Workshop Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) pada 3 Maret 2026 yang diikuti oleh 650 peserta perwakilan TPAKD dari seluruh Indonesia.
Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian sertifikasi dan capacity building TPAKD Tahun 2026, sekaligus mendukung implementasi Misi ke-4 dalam Roadmap TPAKD 2026–2030, khususnya dalam meningkatkan pemahaman sektor jasa keuangan dan pencegahan investasi ilegal.
Menurut Agus, OJK akan terus memerluas jangkauan literasi keuangan sebagai pondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas finansial serta mendukung stabilitas sektor jasa keuangan. edt, *





