Jatim Developer Day 2025: Wujud Kolaborasi Komunitas IT menuju “Sea of Tech Talent” Jawa Timur

Komunitas teknologi, pegiat IT, mahasiswa, dan profesional digital se-Jawa Timur berkumpul di Universitas Internasional Semen Indonesia dalam acara Jatim Developer Day (JDD) 2025, Sabtu (25/10/2025)

GRESIK (wartadigital.id) – Lebih 200 peserta yang terdiri dari komunitas teknologi, pegiat IT, mahasiswa, dan profesional digital se-Jawa Timur berkumpul di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dalam acara Jatim Developer Day (JDD) 2025, Sabtu (25/10/2025).

Acara tahunan ini menjadi wadah besar bagi komunitas teknologi di Jawa Timur untuk saling berbagi ilmu, memerluas jaringan, dan memerkuat kolaborasi lintas daerah. Tahun ini, JDD mengusung tema “Jatim Sea of Tech Talent”, yang menggambarkan luasnya potensi sumber daya manusia (SDM) digital di Jawa Timur–bagaikan lautan yang kaya akan talenta teknologi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium dan Aula UISI ini dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari seminar, lightning talk, hingga parallel class yang menghadirkan pembicara dari berbagai komunitas dan industri digital.

Ketua JJD 2025, Fahmi Syaifuddin berharap dengan adanya acara ini Jawa Timur dapat menjadi pusat SDM Teknologi dan talenta-talenta hebat. “Harapannya, Jawa Timur bisa menjadi pusat SDM teknologi, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di seluruh wilayahnya. Setiap daerah dapat melahirkan talenta-talenta hebat,” ujarnya.

Menurut Fahmi, JDD bukan sekadar even satu hari, melainkan gerakan berkelanjutan untuk memantik semangat komunitas daerah agar terus aktif mengadakan kegiatan positif dan berbagi pengetahuan.

Sementara itu, Tikno, ST, MKom, perwakilan dari Program Studi Sistem Informasi UISI, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam dunia teknologi. “IT tanpa kolaborasi hanyalah sekumpulan mesin algoritma yang bisa berjalan, tapi tidak akan membawa kemajuan bagi kemanusiaan,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dra Nuri Mardiana, MM., Asisten Administrasi Umum, turut hadir dan menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan ekosistem digital di Jawa Timur.

“Saat ini, Gresik siap menjadi pusat inovasi dan talenta digital di wilayah Jawa Timur,” ungkap Nuri.

Ia juga memerkenalkan salah satu inovasi digital yang sudah dikembangkan, yakni G-IOP, platform pemerintahan berbasis data real-time yang memermudah koordinasi pimpinan daerah tanpa perlu pertemuan langsung. Inovasi ini dinilai efektif dan efisien dalam meningkatkan kinerja birokrasi.

Lebih lanjut, Nuri menjelaskan, program ini sejalan dengan prioritas nasional di bidang transformasi digital, di mana pemerintah menargetkan pencetakan 9 juta talenta digital Indonesia pada tahun 2030 sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Di tingkat provinsi, Jawa Timur juga memiliki program “Jatim Smart Province” yang mendorong percepatan ekosistem digital di berbagai sektor, termasuk industri dan UMKM.

“Gresik sebagai kota industri memiliki potensi besar menjadi motor penggerak digitalisasi industri dan UMKM. Kami berkomitmen mendorong inkubasi startup serta memperkuat kolaborasi antara dunia industri, kampus, komunitas, dan masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Nuri mengajak seluruh peserta untuk terus berjejaring dan berinovasi. “Mari kita berbagi ilmu, membangun kolaborasi lintas daerah, dan menciptakan teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Jawa Timur harus menjadi sea of tech talent–lautan talenta digital yang berdaya saing dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” tuturnya. fei, ges

Pos terkait