wartadigital.id
Manca

Jet-jet Tempur Israel Bombardir Rafah, 26 Warga Palestina Tewas dan Belasan Orang Hilang

WAFA
Jet-jet tempur Israel membombardir kota Rafah di Gaza selatan menjelang invasi darat yang telah direncanakan. Sebanyak 26 warga Palestina tewas dalam serangan udara tersebut.

 

RAFAH (wartadigital.id) – Jet-jet tempur Israel telah membombardir Kota Rafah di Gaza selatan sejak Minggu malam. Hingga Senin petang, sudah 26 warga Palestina, termasuk delapan anak-anak, tewas dalam serangan udara tersebut.

Sumber medis di Rafah mengatakan kepada Anadolu, Selasa (7/5/2024), bahwa beberapa orang juga terluka dalam serangan udara yang menargetkan setidaknya 11 rumah.

Badan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan beberapa orang masih hilang di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Serangan udara ini diluncurkan menjelang invasi darat yang telah dipersiapkan militer Zionis Israel sebagai kelanjutan dari perang melawan Hamas di kota penuh pengungsi tersebut.

Militer Israel pada Senin mengeluarkan perintah evakuasi segera bagi warga Palestina di lingkungan timur Rafah dan meminta mereka untuk pindah ke kota al-Mawasi di Gaza selatan.

Army Radio, media yang berbasis di Israel, melaporkan sekitar 100.000 warga sipil Palestina diperkirakan tinggal di daerah yang akan dievakuasi. Meskipun mendapat tentangan global, Israel telah menyetujui rencana untuk melancarkan invasi darat ke Rafah, tempat lebih dari 1,5 juta orang mengungsi dari serangan brutal Israel di Jalur Gaza.

Israel telah melancarkan serangan militer mematikan di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menurut rezim Zionis, menewaskan sekitar 1.200 orang. Namun, sejak saat itu, investigasi Haaretz mengungkap bahwa helikopter dan tank tentara Israel, pada kenyataannya, telah membunuh banyak dari 1.139 tentara dan warga sipil yang diklaim oleh Israel telah dibunuh oleh kelompok perlawanan Palestina.

Tel Aviv, sebagai perbandingan, telah membunuh lebih dari 34.600 warga Palestina dan melukai 77.700 lainnya dalam invasi brutalnya di Gaza. Itu diperparah dengan kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok di wilayah kantong Palestina tersebut.

Menurut PBB, lebih dari tujuh bulan setelah perang Israel-Hamas, sebagian besar wilayah Gaza hancur, mendorong 85 persen penduduk daerah kantong tersebut mengungsi di samping blokade makanan, air bersih dan obat-obatan yang melumpuhkan.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) yang, pada bulan Januari, mengeluarkan keputusan sementara yang memerintahkan negara Yahudi tersebut untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. ins, sin

Related posts

Terus Bertambah, Gempa Maroko Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang

redaksiWD

Langgar Gencatan Senjata, Israel Berdalih Membela Diri di Masjid Al Aqsa

redaksiWD

Amerika Diterjang Badai Salju Dahsyat, 62 Orang Dilaporkan Tewas

redaksiWD