
SURABAYA (wartadigital.id) – Kampus Para Juara Unesa berkomitmen dalam mendukung masa depan pendidikan atlet nasional dengan memberikan beasiswa pendidikan Strata 1 (S1) bagi atlet berprestasi.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk lebih memerhatikan keberlanjutan pendidikan para atlet.
Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan, menegaskan, pemberian beasiswa bagi atlet berprestasi merupakan wujud nyata dukungan kampus terhadap pengembangan olahraga sekaligus pendidikan.
“Unesa ini pemantik, memberikan kesempatan pada para atlet berprestasi melalui beasiswa. Harapannya, perguruan tinggi lain juga bisa mengikuti langkah yang sudah dilakukan Unesa,” ujar Prof. Nurhasan.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa, Dr Irmantara Subagjo, juga menyampaikan, kebijakan tersebut memberi manfaat besar. Tahun ini, tercatat 169 mahasiswa baru diterima melalui jalur prestasi, golden ticket, maupun silver ticket.
“Kebijakan Pak Rektor sangat memfasilitasi. Tidak hanya menerima, tapi juga memberikan beasiswa agar mahasiswa tetap bisa melaksanakan perkuliahan, baik secara daring maupun luring,” kata Ibag, panggilan akrab Irmantara Subagjo.
Hingga kini, lebih dari 500 mahasiswa atlet menempuh pendidikan di Unesa. Mereka berasal dari berbagai cabang olahraga, mulai dari peraih medali Olimpiade, Asian Games, hingga SEA Games. Beberapa di antaranya adalah Apriani Rahayu (bulutangkis), Marcellino Ferdinan (sepakbola), Mario Aji (balap motor), dan Tony Firmansah.
Unesa juga memastikan adanya pendampingan khusus bagi atlet selama perkuliahan.
“Ada tim pendamping, termasuk ketua program studi, yang mengawal perkembangan akademik atlet. Mulai dari Indeks Prestasi (IP) hingga progress studi, semua dipantau agar bisa lulus tepat waktu,” tambah Ibag.
Selain itu, atlet yang mengalami cedera tetap mendapat fasilitas agar dapat melanjutkan kuliah hingga selesai. Bahkan, sejumlah atlet juga memilih melanjutkan studi ke jenjang magister. Salah satunya adalah pesepakbola Rachmad Irianto yang kini memerkuat Persebaya Surabaya.
“Kasus Rachmad Irianto menunjukkan, mahasiswa atlet tetap bisa menyelesaikan studi S1 dan kini melanjutkan S2 di Unesa. Kami akan terus dampingi sampai selesai,” kata Ibag. uns, jtm





