
SURABAYA (wartadigital.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng Universiti Malaya (UM), Malaysia melakukan riset berskala internasional. Peneliti dari Universiti Malaya Dr Nur Aina’a Mardhiah Binti Zainuddin bahkan datang langsung melakukan riset bersama di Laboratorium Fotonika dan Laser FST (Fakultas Sains dan Teknologi) UNAIR selama sebulan.
Kedatangan peneliti selama sebulan di FST UNAIR merupakan salah satu integrasi kegiatan Penelitian International Research Network (IRN) UNAIR dengan Airlangga Post Doctoral Fellow (APD) UNAIR. Dr Aina’a bekerja di bawah coaching peneliti senior dari UM dengan expertise fotonika dan laser, serta sekaligus kolaborator IRN UNAIR yaitu Prof Sulaiman Wadi Harun PhD.

IRN merupakan salah satu skema penelitian terbaru UNAIR, yang merupakan program Rektor UNAIR periode sebelumnya, Prof Dr Nasih yang terintegrasi dengan SMART University UNAIR, dan telah di-launching pada 2023. Skema penelitian IRN bertujuan untuk meningkatkan academic reputation UNAIR dan peningkatan diversitas partner dan negara partner. “Di akhir tahun 2024, UNAIR sudah memiliki kerjasama riset dan publikasi yang berkelanjutan dan tersebar di 105 negara dengan lebih dari 1.150 partner,” kata Ketua Badan Pengembangan dan Perencanaan (BPP) UNAIR Diah Ekowati PhD.
Wakil Rektor Research, Innovation, Community Services and Development (RICD) UNAIR Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi menambahkan penelitian IRN adalah given dari Universitas dengan mempertimbangkan telah adanya kerjasama riset berkelanjutan dengan partner luar negeri dan sudah memiliki 3 publikasi bersitasi dalam jangka waktu 5 tahun terakhir di tingkat institusi.

Ketua LPPM (Lembaga Peneliti dan Pengabdian Masyarakat) UNAIR Prof Dr Gadis Meinar Sari dan tim menyeleksi kriteria yang telah menjadi kebijakan Rektor UNAIR secara terpusat di LPPM, dibantu Tim BPP dengan menggunakan Scival. Pada 2024 sudah terpilih 38 peneliti di seluruh UNAIR dan dari FST terpilih 12 peneliti dengan persentase 32 %.
SMART University yang sudah dijabarkan dengan milestone yang jelas, terus dikobarkan agar mampu membawa UNAIR melesat lebih cepat ke peringkat 200 besar dunia. Dan penelitian IRN tetap menjadi komitmen rektor terpilih Prof Dr Madyan sebagai upaya untuk menggapai meaningfull research di skala global.

Sementara itu judul penelitian IRN yang dilakukan oleh UNAIR bersama Universiti Malaya adalah Recent Advancement in Surface Plasmon Resonance Sensor with Au-Graphene Coated for Chemical and Biological Sample Detection. Penelitian dilakukan di dua tempat, di Universiti Malaya dan UNAIR. Lead dari penelitian IRN ini adalah Prof Dr Retna Apsari MSi dari Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang terintegrasi dengan Center for Advanced Photonics Research Group. Anggota penelitian IRN adalah Andi Hamim Zaidan MSi, PhD dan Samian SSi, MSi.
Ekspansi kolaborator IRN dilakukan bersama Universiti Kebangsaan Malaysia dengan Prof Norhana Asrad PhD, Xi’an Technological University China dengan Assoc Prof Liaqat Ali, dan Laser Institute for Research and Apllications (LIRA), Beny-Suef University Egypt dengan Prof Tarek Muhamed PhD. Dengan empat kolaborator tersebut diharapkan Center for Advanced Photonics Research Group dapat berjalan seiring dengan QS WUR 287 Universitas Airlangga.
Uji Sampel dan Analisis

Ditemui di sela-sela melakukan penelitiannya di Lab Fotonika dan Laser FST UNAIR, Dr Aina’a menjelaskan kedatangannya untuk kolaborasi penelitian bersama dengan UNAIR. Bidang penelitian yang dilakukan di UNAIR menjadi spesialisasinya selama ini yakni Fotonik.
Selama sebulan itu dia bersama dosen, mahasiswa dan pihak-pihak terkait melakukan penelitian optimasi set up SPR (Surface Plasmon Resonance) dan juga menguji sampel beserta analisis sinyal SPRnya. “Sebelumnya uji sampel sudah kami lakukan di Universiti Malaya selama sebulan, dan sekarang penelitian di UNAIR selama sebulan,” katanya.
Dijelaskan Dr Aina’a, UNAIR telah melakukan set up alat SPR berbasis prisma dan fiber optik. Kedatangannya untuk menguji bahan-bahan dari UNAIR dan menilai kandungan parameter kimia, sensitivitas dari bahan-bahan yang ada untuk selanjutnya menentukan langkah ke tahap penelitian selanjutnya. Sebab dari penelitian itu akan diketahui bahan mana yang lebih sensitif mengirimkan cahaya sehingga jika diaplikasikan dalam teknologi inovatif hasilnya lebih maksimal. Secara garis besar ada dua bahan yang diuji, yakni prisma dan fiber optik. Setelah melakukan serangkaian uji coba, akan didapatkan kesimpulan bahan mana yang lebih akurat untuk mendukung penelitian.

Dijelaskan Dr Aina’a, Fotonik adalah ilmu yang mempelajari perilaku cahaya, pembangkitannya, transmisi, pengendalian dan deteksi. Foton adalah partikel cahaya yang membawa radiasi elektromagnetik. Meskipun cahaya tampak hanya sebagian kecil dari spektrum elektromagnetik, fotonik mencakup berbagai panjang gelombang, termasuk sinar gamma, sinar-x, ultraviolet, inframerah, dan gelombang radio. Berbagai jenis cahaya ini menawarkan beragam aplikasi di berbagai sektor. Karena itu banyak penelitian dilakukan yang didedikasikan untuk manipulasi foton dalam menciptakan teknologi inovatif mulai sektor industri, telekomunikasi, kesehatan, pertanian, robotika hingga kedokteran.
Sementara itu Naimah SSi, MSi asisten riset yang terlibat dalam penelitian ini mengatakan sudah terlibat dalam riset internasional yang dipimpin oleh Prof Retna Apsari dengan mitra utama Prof Sulaiman dari Universiti Malaya sejak 2023. Saat itu penelitian dilakukan di Unair dan UM. Kali ini dia membantu penelitian yang dilakukan FTS Unair sebagai lead kolaborasi yang dipimpin Prof Retna sebagai kelanjutan dari penelitian sebelumnya. “Dalam penelitian ini saya membantu untuk mengeset SPR berbasis prisma dan SPR berbasis fiber optic, pengambilan data dan analisis hasilnya berkoordinasi dengan Dr Aina, Zaidan Ph D, Zulkarnaen SSi, MT dan Samian SSi, MSi,” ujar Naimah. nti*
APA KATA MEREKA
Prof Miratul Khasanah MSi
Pacu Kualitas Riset dan Publikasi Dosen
Dengan berjalannya grup riset di FST, diharapkan semakin banyak dosen yang terlibat dalam kegiatan riset, yang bersinergi dalam mewujudkkan kebermaknaan produk hasil riset peneliti di FST bagi masyarakat luas.
FST senantiasa meningkatkan kolaborasi riset dengan peneliti lain dan para mitra terkait di lingkup nasional maupun internasional. Melalui International Reserach Network (IRN) yang dibangun oleh FST, diharapkan memperkuat kerjasama FST dalam bidang penelitian (khususnya) dan kegiatan akademik lainnya. “Melalui IRN diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset dan publikasi dosen, menghasilkan produk hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam rangka mewujudkan UNAIR berdampak dan menjaga keberlanjutan kerjasama dengan mitra global,” katanya. nti*
Prof Dr Retna Apsari MSi
Dipublikasikan Bersama di Forum Internasional
Prof Dr Retna Apsari MSi menambahkan bahwa data-data hasil penelitian akan dianalisis bersama antara UNAIR dan UM untuk dipublikasikan bersama di jurnal Q1 dan/ atau top tier sebagai salah satu output dari penelitian IRN. Diskusi berikutnya akan dilaksanakan secara hybrid bersama Tim RG UNAIR dan UM serta melibatkan ketiga patner UKM, China dan Mesir.
Retna Apsari menjelaskan kehadiran Dr Aina’a juga untuk open laboratorium fotonika agar mampu lebih mendekatkan mahasiswa fisika dengan alat-alat laboratorium beserta metode analisisnya, khususnya mahasiswa dengan minat Fotonika dan Aplikasi Laser.
“Diskusi secara hybrid tetap dilakukan sampai saat ini, untuk menghasilkan output publikasi yang berkualitas tinggi,” tegas Retna Apsari. nti*
Dr Nur Aina’a Mardhiah Binti Zainuddin
Berkesempatan Jadi Guess Lecturer

Bagi Dr Nur Aina’a Mardhiah Binti Zainuddin ini adalah pengalaman pertama profesionalnya di UNAIR sebagai peneliti internasional. Namun dia pernah datang di UNAIR sebagai tamu dalam kegiatan SEGTA yang dikomandani oleh Fakultas Teknologi Maju dan Multidisplin (FTMM) pada 2024 lalu dan sempat berkunjung ke sejumlah daerah di Jatim yang menjadi basis penelitian dan pengabdian masyarakat UNAIR, salah satunya di Pulau Gili Iyang Sumenep, Probolinggo, dan Bromo. “Kali ini full melakukan penelitian untuk berkolaborasi menaikkan reputasi UNAIR dan Universiti Malaya di kancah internasional,” katanya.
Selain melaksanakan penelitian di Laboratorium, Aina’a juga melaksanakan Guess Lecturer yang terintegrasi dengan mata kuliah di Departemen Fisika FST UNAIR yakni Biofotonika serta Optika Laser dan Serat. Hal ini sejalan dengan penegasan Wakil Dekan 3 FST Prof Dr Fatmawati MSi, bahwa kehadiran tamu asing diupayakan terintegrasi di pembelajaran untuk meningkatkan nuansa global pada pembelajaran di FST. nti*





