Olimpiade Guru Informatika 2026: Dua GTK MTsN 2 Kota Malang Sabet Medali Emas dan Perak

GTK MTsN 2 Kota Malang

MALANG (wartadigital.id) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang mengukir prestasi. Dua Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) madrasah binaan Kementerian Agama ini meraih medali pada Olimpiade Guru Informatika Tahun 2026, berdasarkan pengumuman yang dirilis pada 10 Juni 2026.

Olimpiade Guru Informatika diselenggarakan oleh Yayasan Education Technology Madrasah bekerja sama dengan platform cbt.madrasah.id. Ajang ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk menunjukkan kapasitas, kreativitas, serta penguasaan teknologi di era pendidikan digital.

Bacaan Lainnya

Dua GTK MTsN 2 Kota Malang yang meraih prestasi adalah Jati Pinatih dan Yudi Wibowo. Jati Pinatih meraih medali emas, sementara Yudi Wibowo, membawa pulang medali perak. Capaian ini menjadi bukti bahwa pendidik madrasah terus berkembang dan mampu menunjukkan kualitasnya di tengah pesatnya transformasi dunia pendidikan berbasis teknologi.

“Ini bukan sekadar pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan budaya akademik dan profesionalisme yang terus dibangun di lingkungan MTsN 2 Kota Malang,” ujar Jati Pinatih di Kota Malang, Senin (15/6/2026).

Di era digital saat ini, lanjut Jati Pinatih, kemampuan guru dalam memahami, mengembangkan, dan mengimplementasikan teknologi pembelajaran menjadi salah satu kunci utama menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Olimpiade Guru Informatika ini menjadi ruang kompetitif yang mendorong para pendidik untuk mengasah kemampuan dalam bidang teknologi informasi, kreativitas pembelajaran, serta inovasi pendidikan digital.

Hal senada disampaikan Yudi Wibowo. Menurutnya, keikutsertaan guru madrasah dalam kompetisi seperti ini menunjukkan bahwa madrasah terus bergerak maju dan siap menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan nasional.

Keberhasilan ini memperlihatkan, peningkatan kompetensi guru bukan hanya berdampak pada pengembangan karier individu, tetapi turut berkontribusi pada kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik.

“Dengan guru yang semakin kompeten dalam bidang informatika dan teknologi pendidikan, proses belajar mengajar di kelas diharapkan menjadi lebih interaktif, adaptif, dan mampu menumbuhkan keterampilan abad ke-21 bagi siswa. Mulai dari kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, hingga literasi digital yang kini menjadi kebutuhan utama generasi masa depan,” ujarnya.

“Prestasi ini juga menjadi penguat bahwa madrasah memiliki sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional. MTsN 2 Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong guru untuk terus belajar, berinovasi, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” sambungnya.

Jati Pinasih dan Yudi Wibowo berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh GTK di lingkungan madrasah maupun satuan pendidikan lainnya untuk tidak berhenti mengembangkan diri. Kompetisi bukan semata tentang memperoleh penghargaan, tetapi menjadi sarana memperluas wawasan, membangun jejaring profesional, dan menghadirkan praktik pembelajaran yang lebih bermakna.

Kepala Kementerian Agama Kota Malang Gus Shampton juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang diraih satuan kerja dan madrasah di wilayahnya. Dia berharap, prestasi ini menjadi energi baru untuk memperkuat budaya berprestasi sekaligus memperluas inovasi pendidikan yang berdampak langsung bagi peserta didik dan masyarakat.

“Selamat kepada Jati Pinatih, SPd. dan Yudi Wibowo, SPd atas prestasi yang diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi dan penyemangat untuk terus berkarya, berinovasi, serta menghadirkan pendidikan madrasah yang semakin maju, bermutu, dan mendunia,” tuturnya. mar, kmg