
Penyaluran bantuan tandon ke desa terdampak kekeringan di Kabupaten Bangkalan.
BANGKALAN (wartadigital.id) – Pemkab Bangkalan menyalurkan bantuan tandon atau penampungan air ke desa yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau kali ini.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, bantuan tandon itu agar daya tampung air di desa terdampak kekeringan lebih banyak, dan bisa dimanfaatkan masyarakat lebih lama.
“Sebab, berdasarkan pendataan yang dilakukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bangkalan, tidak semua warga di desa terdampak kekeringan itu memiliki banyak penampungan air,” katanya, Minggu (7/9/2025).
Dengan adanya tandon ini, sambung dia, maka bantuan air bersih yang disalurkan ke desa terdampak bisa lebih banyak. Menurut bupati, bantuan tandon air bersih ke desa terdampak kekeringan kali ini sebanyak 26 tandon. “Bantuan tandon yang kami berikan ini merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi kekeringan dan kekurangan air bersih di Bangkalan ini,” katanya.
Sedangkan, sambung dia, solusi jangka panjang yang dilakukan Pemkab Bangkalan dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). “Tahun ini pembangunan SPAM di Bangkalan dilakukan di 33 titik dengan nilai total anggaran sebesar Rp 11 miliar,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kabupaten Bangkalan, daerah terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih saat musim kemarau tersebar di sembilan kecamatan, yakni Tanah Merah, Kwanyar, Blega, Konang, Kokop, Geger, Klampis, Sepulu, dan Arosbaya.
Dari sembilan kecamatan itu, total jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih 53 desa, sama dengan data pada 2024. Jenis kekeringan yang terjadi di 53 di sembilan kecamatan itu, berupa kekeringan langka dan kekeringan kritis.
Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.
Kekeringan langka jenis kekeringan, di mana kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter per orang per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer. “Untuk bantuan tandon ini, kami prioritaskan ke desa yang mengalami kekeringan kritis,” katanya. ara




