
SURABAYA (wartadigital.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Kolam Renang dan Bozem Jambangan, Kamis (30/5/2024). Di sidak kali ini, dia ingin memastikan sejauh mana proses penataan kolam renang dan bozem yang nantinya akan digunakan sebagai sarana tempat wisata.
Dalam sidak kali ini, Walikota Eri Cahyadi turut didampingi oleh jajaran Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Erna Purnawati, Kepala DSDABM Surabaya Syamsul Hariadi, dan Kepala DPRKPP Surabaya Lilik Arijanto, beserta Camat Jambangan Ahmad Yardo Wifaqo serta jajaran lainnya.
Walikota Eri mengaku puas dengan hasil penataan Kolam Renang Jambangan yang dikerjakan oleh jajarannya di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya kali ini. “Alhamdulillah konsep kolam renangnya sudah jadi, dan hasilnya sangat bagus,” kata Cak Eri, panggilan karibnya.
Kolam renang yang terletak di Jalan Ketintang Madya VII, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan ini, nantinya akan dibuka untuk umum. Kolam ini tidak hanya disediakan untuk orang dewasa saja, akan tetapi juga ada kolam khusus anak-anak usia 4 tahun ke bawah dan usia 5 – 9 tahun.
“Nah, nanti yang (kolam) di atas kita atur (batas) tingginya. Yang di atas itu memang untuk pelajar Surabaya, dan siapapun itu dia tiketnya cukup Rp 5 ribu. Kolam renang ini juga bisa digunakan untuk anak-anak stunting, nah kolam yang untuk usia 4 tahun ke bawah yang nanti kita bisa gunakan untuk anak stunting,” ujarnya.
Meskipun hasil penataan Kolam Renang Jambangan sudah bagus, bukan berarti tidak ada catatan. Cak Eri ingin kolam renang Jambangan dilengkapi dengan fasilitas permainan, seperti perosotan, kursi pengunjung, dan sebagainya.
Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada jajarannya untuk meninggikan atap kolam renang. Kemudian, ia juga meminta agar ditambah tangga untuk akses menuju ke sisi kiri loket tiket, dan tempat duduk pengunjung dekat kolam anak-anak.
Di lokasi ini tidak hanya ada kolam renang, akan tetapi juga ada wisata bozem. Di bozem itu, akan ada berbagai wahana menarik, seperti flying fox, sepeda air, kereta-keretaan yang mengelilingi bozem. “Mungkin nanti setiap sabtu minggu juga akan ada wisata berkuda memutari bozem. Juga ada hillclimbing dan outboundnya anak-anak, kita siapkan di bagian ujung,” papar Cak Eri.
Rencananya, kawasan wisata Kolam Renang dan Bozem Jambangan ini akan dibuka bersamaan pada akhir Juni 2024. “Semoga nanti ke depannya akan ada tempat (wisata) lagi di Surabaya yang bertambah. Yang ada di otak saya itu cuma satu, orang utara nggak perlu jauh-jauh (mencari wisata) ke selatan. Karena nanti di utara juga ada wisata di Nambangan, kemudian di barat juga ada di Sememi dan Made. Jadi kita tata lagi lagi lah nanti,” jelasnya.
Cak Eri ingin, semua aset tidur yang dimiliki pemkot harus bermanfaat untuk warga Kota Surabaya. Jika semua aset itu dimanfaatkan dengan baik, maka nantinya juga akan menggerakkan roda perekonomian di setiap wilayah Kota Surabaya.
Cak Eri menambahkan, tidak hanya bermanfaat bagi warga Kota Surabaya, bozem Jambangan juga bermanfaat sebagai tempat penampungan air dan penanganan banjir ketika hujan di kawasan Ketintang. “Sebenarnya bozem ini kan untuk narik genangan yang di Wonorejo. Jadi dari Karah, yang menuju ke Ketintang, Wonocolo, ke afur Wonorejo itu dipecah, ada yang larinya ke bozem ini dan ke arah rumah pompa Kebonsari. Kalau semua dilarikan ke Wonorejo, maka Ketintang, Wonocolo, banjir,” pungkasnya. ike





