
LUMAJANG (wartadigital.id) – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, melainkan isu strategis yang menentukan masa depan sumber daya manusia (SDM) Lumajang. Hal ini disampaikannya dalam Resepsi Peringatan HUT ke-26 DWP Kabupaten Lumajang di Graha Nagara Bhakti Kantor BKD, Selasa (9/12/2025).
Rahayu menekankan, jika stunting tidak ditangani sejak dini, dampaknya akan melampaui aspek pertumbuhan fisik. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung menghadapi tantangan pada perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan produktivitas jangka panjang. Oleh karena itu, intervensi sejak awal menjadi krusial untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Dalam konteks ini, DWP mengambil posisi aktif sebagai bagian dari solusi. Organisasi tersebut memastikan keluarga, khususnya keluarga ASN dan masyarakat penerima manfaat mendapatkan dukungan yang tepat melalui paket bantuan pencegahan stunting, edukasi pola asuh, dan pendampingan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Rahayu, pendekatan berbasis keluarga menjadi strategi efektif untuk membangun fondasi SDM yang berkualitas dan berkelanjutan di Lumajang.
Rahayu Agus Triyono menekankan, langkah-langkah preventif yang dijalankan DWP bukan bersifat simbolis, tetapi dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi keluarga dan masyarakat. Dengan intervensi yang tepat, anak-anak Lumajang diharapkan dapat tumbuh optimal, sehingga pada akhirnya mampu berkontribusi penuh terhadap pembangunan daerah.
Peringatan HUT ke-26 DWP ini sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa penanganan stunting sejak dini adalah investasi strategis bagi masa depan Lumajang, dan DWP hadir sebagai mitra strategis dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. uja



