Penyaluran KUR di Wilayah Jawa hingga Agustus 2025 Tembus Rp 88,54 Triliun

Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Wilayah Jawa di Surabaya.

SURABAYA (wartadigital.id) — Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Jawa dari awal Januari 2025 hingga 31 Agustus 2025 sebesar Rp 88,54 triliun, atau berkontribusi 49,18% terhadap capaian nasional. “Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Jawa menjadi motor utama dalam penyaluran KUR nasional, khususnya pada sektor produksi yang berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan,” kata Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Muhammad Saifulloh dalam keterangan resminya, Minggu (14/9/2025).

Pernyatannya itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Wilayah Jawa yang bertemakan “Mendorong Penguatan Skema Pembiayaan untuk Akselerasi Produktivitas Sektor Pertanian dalam rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan” di Surabaya, Kamis (11/9/2025).

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dewi Sagita Pranata menuturkan dalam rangka mendorong peningkatan penyaluran pembiayaan, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) No 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM yang berlaku bagi bank dan lembaga keuangan non-bank (LKNB).

Lewat kegiatan tersebut, kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Ibrahim, BI Jatim mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan produktivitas dan pembiayaan sektor pertanian lewat inisiasi rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Jawa. “Kegiatan ini lahir atas inisiatif Bank Indonesia yang berkolaborasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk meningkatkan produktivitas dan pembiayaan pertanian. Rakorwil dihadiri oleh Sekretaris Daerah/Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan, Perum Perhutani, dan Dinas Pertanian se-Jawa, serta turut melibatkan perbankan dan pelaku usaha,” katanya.

Menurutnya, pembahasan berfokus pada peluang dan tantangan di aspek ekstensifikasi, intensifikasi, serta pembiayaan sektor Pertanian, yang didukung oleh pendalaman lesson learned dari seluruh Provinsi di Jawa.

Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim menekankan penguatan produktivitas pertanian, khususnya pada tanaman padi, jagung, dan tebu dapat dilakukan dengan dukungan pembiayaan, dan perlindungan lahan.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kus Prisetiahadi menambahkan bahwa jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi yang diperhitungkan dengan tepat, serta irigasi yang memadai akan menjamin tercapainya target swasembada pangan.

Dia menegaskan pula, pertemuan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk mengakselerasi kinerja sektor pertanian, beberapa di antaranya, mempertahankan luas lahan pertanian melalui Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan implementasinya, optimalisasi lahan tidur, termasuk pemanfaatan lahan milik Perhutani.

Kemudian regenerasi petani melalui program Petani Milenial yang didukung dengan sarpras dan teknologi digital, penguatan kelembagaan petani dan Iiterasi keuangan, serta dukungan dari perbankan untuk penyaluran pembiayaan, termasuk persyaratan suku bunga yang lunak.

Pada kesempatan yang sama, turut diadakan penyerahan komitmen sinergi penyaluran pembiayaan perbankan kepada sejumlah pelaku usaha di sektor Pertanian, kerja sama agroforestri antara PT Sinergi Gula Nusantara dengan Perum Perhutani, serta penguatan produktivitas pertanian dari Bank Indonesia kepada sejumlah Kelompok Tani di Jawa.

Ibrahim menegaskan, upaya penguatan produktivitas dan pembiayaan sektor Pertanian ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang akseleratif, inklusif, dan berkelanjutan, yang perlu turut didukung oleh sinergi yang lebih erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta mitra strategis lainnya. nti

 

 

Pos terkait