
BERLIN (wartadigital.id) – PPI (Perhimpunan Pemuda Pelajar) Berlin siap berkolaborasi dengan berbagai elemen Unair. PPI Berlin juga berharap makin banyak mahasiswa Unair yang dapat melanjutkan studi ke Jerman melalui berbagai jalur yang tersedia.
Pernyataan itu disampaikan saat bertemu dengan empat delegasi Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair yakni Dekan FTMM Prof Dr Apt Dwi Setyawan MSi, Wakil Dekan 3 FTMM Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM dan 2 dosen FTMM yakni Tahta Amrillah MSi, PhD dan Ilma Amalina MSi, PhD.
Dalam kesempatan itu delegasi Unair berdiskusi dengan PPI Berlin yang diketuai oleh Nicholas Justin Airlangga dari School of Business and Economics, Humboldt Universität zu Berlin. Wakil PPI yang turut serta berdiskusi adalah Gennesaret Kharistio Tjusila, dari MSc Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Science Technische Universität Berlin.
“PPI Berlin siap menerima warga Unair di Berlin dan Jerman pada umumnya. Besar harapan kami semakin banyak teman-teman mahasiswa Unair yang dapat melanjutkan studinya ke Jerman melalui berbagai jalur yang tersedia seperti beasiswa maupun pembiayaan mandiri,” kata Justin seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Surabaya, Selasa (13/8/2024).
Dikatakan Justin, Jerman dengan taglinenya “land of ideas” akan membuka wawasan siapapun yang belajar dan menuntut ilmu di negara ini. PPI Berlin-Brandenburg juga sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen Unair mulai pejabat struktural kampus, BEM Unair, organisasi kemahasiswaan sebagaimana yang tercantum di visi misi kepengurusan PPI Berlin-Brandenburg tahun 2023/ 2024 dalam rangka berpartisipasi aktif menciptakan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang merata.

Diskusi juga dilakukan dengan alumni Unair dari Prodi S1 Sastra Inggris FIB Unair Saffanah Fathin SHum yang sekarang sedang mengambil MSc Linguistic di Departemen Linguistics Faculty of Human Sciences University of Postdam.
Fathin dalam diskusi yang berjalan gayeng tersebut berharap ke depan lebih banyak alumni Unair yang tertarik untuk menjadikan Jerman sebagai tujuan kuliah selain Belanda karena biaya pendidikan yang cenderung murah dan banyak benefit untuk belajar di sini.
Selain itu ada opsi beasiswa seperti DAAD dan Erasmus Mundus. Di Jerman pun banyak pilihan international programs yang bagus dan meskipun universitas-universitasnya tidak selalu high ranking, tapi tetap berkualitas bagus dan memang banyak yang mengedepankan research. “Sejauh ini saya belum bertemu mahasiswa dari Unair, tapi ada teman yang alumni ITS dulunya Teknik Elektro dan sekarang juga memfasilitasi kerjasama antar TU Dortmund dan ITS. Mungkin kalau misal butuh kontak saya bisa sambungkan,” katanya.
Prof Dwi Setyawan dalam diskusinya juga mengajak ketua dan seluruh anggota PPI untuk dapat berkontribusi dalam proses Tridharma Perguruan Tinggi. “Kami mengundang PPI untuk berdiskusi dengan mahasiswa FTMM dan berbagi ilmu dan tip studi lanjut di Jerman dalam bentuk guess lecture,” katanya.
Prof Retna Apsari juga berharap dengan adanya berbagai informasi yang disampaikan oleh PPI Berlin akan memberikan informasi yang maksimal terkait dengan studi lanjut di Jerman, dan membangun passion mahasiswa untuk memilih Jerman sebagai destinasi studinya. “Ayo Ksatria Airlangga, segera bangkit di skala global dengan softskill yang tangguh, dan berani serta percaya diri, tentunya sesuai dengan tag line Unair, HEBAT yaitu Humble-Honest (Rendah hati-Jujur), Excellent (Unggul), Brave (Berani), Agile (Lincah), dan Transcendent-Taqwa (Berserah diri kepada Tuhan- takwa,” katanya. nti





