
JOMBANG (wartadigital.id) – Prodi S1 Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair melaksanakan pengabdian masyarakat (pengmas) di SMKN 3 Jombang yang dikenal memiliki keunggulan di bidang teknologi, Jumat (19/7/2024) pagi.
Adapun tema kegiatan pengmas tersebut adalah Implementasi Teknologi 3D Printing untuk Mendukung Inovasi dan Kreativitas Siswa SMKN 3 Jombang.
Ketua Pengmas adalah Dr Aminatun MSi. Sedangkan narasumber pada kegiatan tersebut adalah Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM, Dyah Hikmawati SSi, MSi, Deny Arifianto SSi, MT, Winarno SSi, MT , Dr Nuril Ukhrowiyah MSi dan Ersyzario Edo Winata SSi, MSi, PhD.
Dijelaskan Dr Aminatun, SMKN 3 Jombang dipilih sebagai pelaksanaan pengmas karena sekolah tersebut merupakan salah satu SMK Rujukan di Jombang, dan jurusan DPIB (Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan) merupakan SMKPK (Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan) di Jombang. “ Sekolah ini mempunyai keunggulan utama yaitu memiliki link and match dengan 26 industri di Indonesia,” katanya seraya menjelaskan SMKN 3 Jombang juga sudah bekerjasama dengan Jepang dalam program SMKPK tersebut.
Dr Aminatun menjelaskan tujuan dilakukannya pengmas ini adalah membangun kerjasama dengan pihak sekolah sebagai wujud transfer knowledge yang dihasilkan Prodi S1 Fisika FST Unair serta menambah daya kreativitas dan inovasi siswa khususnya dalam pemanfaatan teknologi 3D printing untuk membuat berbagai prototipe, berbagai model produk, khususnya siswa di jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan. “Dengan adanya pengmas ini maka akan membuka peluang inovasi bagi lulusan SMK untuk masuk dalam industri atau perusahaan yang menggunakan teknologi 4.0,” katanya.
Keterampilan dan kemampuan yang berkaitan dengan produk ini, lanjut Dr Aminatun, dapat menjadi pintu lulusan SMK untuk bekerja secara mandiri (wiraswasta ) yang produktif. “Skill penguasaan teknologi merupakan salah satu hal yang penting, tapi yang lebih penting lagi adalah bekal iman dan takwa yang menjadikan siswa kuat menjalani hidup dan tantangan revolusi global dewasa ini,” katanya.

ke SMKN 3 Jombang.
Pengmas juga didukung oleh laboran Departemen Fisika yaitu Bayu Ariwanto SSi, MT dan Qodnu Rahmawati SSi serta 3 mahasiswa prodi fisika FST Unair (Alifia Qodartin Nisa Budiharjo, Lifia Nuriz Zakiyah dan Ikhwanis Syarifatul Karimah).
Pengmas dibuka oleh Kepala Sekolah SMKN 3 Jombang Drs Khasanuddin M. MPd. Dijelaskannya kegiatan pengmas diikuti oleh 30 siswa siswi dan 10 guru SMKN 3 Jombang. “Peserta pengmas adalah siswa dan guru Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMKN 3 Jombang,” katanya.
Dalam pemaparannya, Dyah Hikmawati SSi, MSi menjelaskan 3D Printing merupakan salah satu teknologi dalam Revolusi Industri 4.0. Teknologi ini telah berkembang pesat dan diprediksi akan menjadi salah satu teknologi yang akan mengubah dunia dimasa depan, sebab teknologi 3D Printing memberikan warna baru pada dunia perindustrian dewasa ini.
Pemanfaatannya bukan hanya pada satu bidang industri saja, namun bisa lebih dari satu sektor industri yang terpengaruh dengan kehadiran teknologi 3D printing ini. “Saat ini 3D Printing sudah dapat dimanfaatkan dalam dunia medis, otomotif, teknik sipil, desain interior dan berbagai bidang industri yang lain,” katanya.
Dalam bidang medis, lanjut Dyah Hikmawati, Fisika Unair telah mengembangkan teknologi 3D Printing untuk membuat produk prototipe implan yang dapat mirip dengan jaringan atau organ aslinya. Adanya prototipe-prototipe ini akan membantu sebuah perusahaan melakukan riset suatu produk baru yang akan diproduksi massal.
Prof Retna Apsari menambahkan seluruh kegiatan pengmas ini merupakan langkah awal Prodi S1 Fisika dalam membuktikan kualitasnya di kancah nasional dan global, khususnya dalam bidang peningkatan kualitas pendidikan sekolah menengah. Hal ini karena Fisika FST Unair memiliki banyak ekspertise yang siap memberikan sumbangsih luar biasa untuk Unair pada khususnya dan untuk bangsa Indonesia pada umumnya. “Pengmas ini merupakan salah satu upaya Prodi S1 Fisika dalam mensupport SDGs 4 (Quality Education) dan SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure),” katanya. nti




