Program Rutilahu Pemkot Surabaya: Dua Rumah Warga Jetis Kulon Rampung

Rumah Ibu Suwarti.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Pekerjaan program perbaikan dua rumah tidak layak huni (Rutilahu) di kawasan Jl Jetis Kulon X, Wonokromo Surabaya telah rampung, Jumat (29/3/2024).

Bacaan Lainnya

Joko Purwanto ST, selaku Ketua RT 11/RW 04 Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, melaporkan hasil program tersebut kepada instansi dan jajaran terkait.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Camat Wonokromo, Lurah Wonokromo, Ketua LPMK Wonokromo, juga segenap pegawai Kelurahan Wonokromo, segenap Ketua RW se-Kelurahan Wonokromo, jajaran Ketua RT se-Kelurahan Wonokromo, serta Ketua KTPR Kelurahan Wonokromo.

“Berkat doa serta bantuan dari bapak, ibu, dan saudara-saudara semua sehingga pada hari ini Jumat, 29 Maret 2024, dengan ucapan syukur Alhamdulillah, pekerjaan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayah RT 11/RW 04 Jetis Kulon 10 sudah selesai,” kata Joko kepada wartawan media wartadigital.id

Ia melanjutkan, dengan bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi kedua penerima program Rutilahu di wilayah RT 11 RW 04 Kelurahan Wonokromo yakni Ibu Saamah dan Ibu Suwarni serta keluarganya. “Demikian saya melaporkan dan atas perhatiannya serta kerjasamanya diucapkan terimakasih. Jika di dalam menyampaikan laporan selama ini, ada yang kurang berkenan kami mohon dimaafkan yang seluas-luasnya,” tutur Ketua RT 11 tiga periode itu.

Seperti diketahui, program Pemkot Surabaya berupa perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) semakin dirasakan warga miskin yang benar-benar membutuhkan. Setidaknya itu juga dirasakan dua warga Jetis Kulon X Wonokromo yang rumah mereka telah selesai direnovasi.

Ketua RT 11/RW 04 itu mengatakan, memasuki tahun 2024 pihaknya mengajukan perbaikan Rutilahu untuk warganya yang benar-benar perlu bantuan. Ada beberapa warga, namun setelah diseleksi dan diteliti oleh pihak terkait, maka ada dua warga yang memperolehnya.

Kedua warga yang memperoleh perbaikan Rutilahu itu atas nama rumah Ibu Saamah dan Ibu Suwarti. “Kami juga selalu melaporkan progress dari program tersebut kepada warga, baik melalui WhatsApp grup maupun dalam rapat-rapat berkala RT,” ujar Joko Purwanto.

Rumah Ibu Saamah.

Selanjutnya, pekerjaan perbaikan rumah Rutilahu tersebut dilakukan hingga selesai sesuai rencana. Pengerjaan Rutilahu itu selama 20 hari kerja tanpa kendala atau gangguan apa pun. “Progress-nya selalu kami laporkan, termasuk via grup WA,” lanjutnya.

Sebelumnya pada tahun 2023, dua warga RT 11 juga telah mendapatkan program Rutilahu. Yakni atas nama Ibu (almarhumah) Yaumi yang beralamat di Jl Jetis Kulon 10/44 dan Ibu Romlah Ningsih dari Jl Jetis Kulon 10/20 D. Sedangkan di tahun 2024 ini Ibu Saamah Jl Jetis Kulon 10/6 dan Ibu Suwarti Jl Jetis Kulon 10/2, sudah selesai dalam program perbaikan Rutilahu.

Dengan selesainya perbaikan kedua rumah itu, membuat sang pemilik Ibu Saamah dan Ibu Suwarti sangat senang atas program Rutilahu tersebut. Mereka bahagia setelah rumahnya diperbaiki. “Matur nuwun Ya Allah. Terima kasih Pemkot Surabaya, dan semua yang mengusahakan program Rutilahu ini. Khususnya pada Pak Joko yang atas jerih payahnya sehingga kami berdua yang mendapatkan program itu,” kata Ibu Saamah yang diamini Ibu Suwarti. edt

Pos terkait