
NGANJUK (wartadigital.id) – Tanggal 1 Mei 2026 menjadi momen yang sangat istimewa bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk. Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Pemerintah Kabupaten Nganjuk merayakan status baru Marsinah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Penetapan ini merupakan puncak dari perjuangan panjang pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan aktivis buruh yang telah mengusulkan nama Marsinah sejak akhir Tahun 2022.
Proses pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional bukanlah hal yang instan. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengungkapkan, langkah formal telah dimulai sejak Desember 2022 melalui pengiriman surat usulan resmi.
Memasuki Mei 2025, pembentukan tim TP2GD (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah) tingkat Kabupaten Nganjuk memercepat proses tersebut. Tim yang terdiri dari 13 orang lintas sektor ini bekerja keras memenuhi 8 persyaratan ketat, termasuk menyusun dokumen kronologis, riset sejarah keluarga, hingga biografi lengkap sang pejuang buruh.
“Alhamdulillah, setelah melalui berbagai tahapan mulai dari seminar tingkat kabupaten, nasional, hingga presentasi di hadapan TP2GD Provinsi dan TP2GP Pusat, usulan kita membuahkan hasil,” ujar Bupati Nganjuk dalam sambutannya, usai nyekar di Makam Marsinah, 1 Mei 2026.
Tampak hadir dalam kegiatan Tabur Bunga tersebut, Wakil Bupati Nganjuk dan Forkopimda, Serika Pekerja dan tokoh-tokoh masyarakat.
Hal yang paling membanggakan bagi warga Nganjuk adalah latar belakang Marsinah. Jika umumnya pahlawan nasional berasal dari kalangan elit, jenderal, atau tokoh agama besar, Marsinah hadir sebagai representasi dari rakyat jelata atau “kaum marjinal”.
Tumbuh dalam keterbatasan keluarga, berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu, dan mengabdikan hidupnya untuk menyuarakan hak-hak pekerja di pabrik.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan, sosok Marsinah adalah bukti nyata bahwa siapapun, tanpa memandang status sosial, dapat memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.
Selain merayakan status pahlawan baru, peringatan May Day di Nganjuk tahun ini tetap diisi dengan kegiatan rutin yang khidmat: Diantaranya Istighosah atau Doa bersama yang dilakukan pada malam sebelum 1 Mei, serta tabur bunga, ziarah ke makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.
Dengan ditetapkannya Marsinah sebagaPahlawan Nasional pada 10 November 2025 lalu, semangat perjuangannya diharapkan terus menginspirasi generasi muda, khususnya di Kabupaten Nganjuk, untuk berani menyuarakan keadilan. juk




