Sepakat Kolaborasi Beragam Sektor, Unair Teken MoU dengan Pemkab Bintan

Jajaran Airlangga Community Development Hub (ACDH) menunjukkan kesepakatan kerjasama usai Penandatanganan MoU dengan Pemkab Bintan di Kantor Bupati setempat, Rabu (22/6/2022).

 

BINTAN (wartadigital.id) Airlangga Community Development Hub (ACDH) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Bintan di Kantor Bupati setempat, Rabu (22/6/2022). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Roby Kurniawan selaku Pelaksana Tugas Bupati Bintan dan Jajaran Perwakilan Pimpinan Unair dan Pemkab Bintan, baik secara luring maupun daring. Pimpinan rombongan ACDH Unair Dr Irfan Wahyudi SSos, MComms, PhD mewakili Unair di acara luring penandatanganan tersebut.

Bacaan Lainnya

Di acara daring ikut hadir Wakil Rektor bidang Research, Innovation, Community Services/ Development (RICD) Universitas Airlangga Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih. Juga ikut hadir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Dr  Gadis Meinar Sari MKes, serta Ketua dan Sekretaris Badan Kerjasama dan Manajemen Pengembangan (BKMP) Unair yaitu Dr Eko Supeno dan Dr Dewi Ratna Suminar.

Acara penandatanganan MoU ini mendapat sambutan hangat dari Roby dan jajarannya. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Unair ke Bintan. “Kami sangat senang, kehadiran Unair sangat kami butuhkan. Karena dapat memberikan saran dan arahan secara akademis,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Rabu (22/6/2022) malam.

Ditegaskan Roby Pemkab Bintan tidak bisa berjalan sendirian, melainkan memang membutuhkan stakeholder eksternal seperti kampus. Terlebih, geografis Kabupaten Bintan berseberangan langsung dengan negara tetangga, tentu ini menjadi pemicu untuk terus lebih maju.

Kerjasama kolaboratif yang dihadiri oleh perwakilan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, Fakultas Keperawatan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Psikologi ini sebelumnya berlangsung terbagi menjadi tiga klaster pengabdian, yakni klaster Kesehatan, Teknologi, dan Sosial Budaya. Ketiganya menggelar kegiatan yang berbeda sesuai dengan tema dan kapabilitasnya masing-masing.

“Berkat kehadiran Unair, kami akan melihat sesuatu dengan perspektif yang lebih luas. Misalnya dalam pengambilan keputusan,” ungkapnya.

Terlebih, rencana pemerintah yang akan membangun Bintan International Circuit berpotensi mendatangkan banyak wisatawan ke Bintan, maka Bintan juga memerlukan kesiapan, bukan hanya dari segi infrastruktur sirkuit saja, melainkan juga kesiapan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Dekan III FTMM  Prof Dr Retna Apsari yang turut hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut, menanggapi bahwa potensi Bintan harus diekspos dan eksplorasi dengan maksimal. Kehadiran Unair diharapkan menjadi pioneer untuk lebih memaksimalkan potensi Bintan yang sangat seksi di bidang pariwisata dan supporting pendukungnya.

“Kami bersama seluruh fakultas yang terlibat, telah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat Pengudang dan Berakit,” tandasnya.

Dikatakannya tantangan yang harus dihadapi masyarakat Bintan ke depannya adalah menerapkan pola beradaptasi. Jika adaptasi teknologi dan improvisasi pariwisatanya tepat, maka turis akan berdatangan sendiri.

“Melalui pelatihan dan alat yang kami sumbangkan, masyarakat Bintan pasti mampu improve dengan kreativitasnya sendiri,” imbuhnya.

Selain itu, kerjasama dengan Pemkab Bintan ini diharapkan ke depan dapat terus berlanjut. Karena dengan potensinya, Unair maupun Bintan akan saling menguntungkan. Seperti dalam hal penelitian, pengembangan masyarakat, maupun kolaborasi pengiriman mahasiswa untuk melakukan kegiatan akademik, termasuk  Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kerjasama ini sudah ditindaklanjuti dengan pembahasan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara  Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair dengan Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji (FT UMRAH). Dalam wawancara secara daring, Dekan FTMM Prof Dwi Setyawan MSi berharap kerjasama ke depan dengan UMRAH  dan Pemda tidak hanya di bidang pengabdian pada masyarakat, tapi juga pendidikan dan pengajaran di antaranya dalam bentuk MBKM, PKL dan magang industri, tetapi juga dalam bidang penelitian sebagai mitra universitas atau masyarakat. “Tentunya penelitian yang bersifat aplikatif  sesuai kebutuhan masyarakat, pemda dan kolaboratif dengan UMRAH,” tegasnya.

Sementara itu Dekan FT UMRAH Sapta Nugraha ST, MEng menyatakan bahwa berkiprah dalam Airlangga Community Development Hub (ACDH) Unair ini merupakan suatu bentuk implementasi kerjasama UMRAH dalam menyejahterakan kehidupan masyarakat, dengan mengimplementasikan hasil riset-riset dosen yang selaras dengan kebutuhan masyarakat nelayan Desa Pengudang.

“FT UMRAH ikut ambil bagian dari design dan implementasi alat pengering ikan bertenaga surya. Alat ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang bergerak dalam pengolahan ikan kering dalam hal pengering ikan” tandasnya.

Hasil pengembangan alat tersebut menjadi tahap awal untuk pengembangan lanjutan sesuai dengan Visi FT UMRAH yaitu  Menjadikan Fakultas Teknik UMRAH Pusat Kecemerlangan Pendidikan Tinggi, Riset, Mari-Sociopreneurship dan Tamadun Maritim di ASEAN .

Pada akhir kegiatan, Prof Retna menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah disambut hangat oleh masyarakat Bintan, dan kerjasama yang apik dengan FT UMRAH. Semoga dengan hadirnya Unair dapat turut serta membawa kemajuan bagi Bintan lebih berkarakter dan mendunia. nti