9 SKPD di Magetan Bergerak Cegah Stunting Melalui Program Pendukung

Elmy Kurniarto Widodo ST, MT

 

MAGETAN (wartadigital.id) –  Untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14% pada  2024, Pemkab  Magetan melalui SKPD melakukan 8 aksi integrasi melalui program-program pendukung. Delapan aksi integrasi  tingkat kabupaten/kota ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendekatan pelaksanaan program dan perilaku lintas sektor agar program dan kegiatan penurunan intervensi gizi dapat digunakan oleh keluarga sasaran yaitu rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dengan lebih efektif.

Bacaan Lainnya

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Magetan Elmy Kurniarto Widodo ST, MT menyampaikan bahwa sudah ada 9 SKPD yang ikut serta dalam kegiatan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Magetan. “Dari 9 SKPD, ada lebih dari 30 aksi yang telah dilakukan,” jelas Elmy saat menjadi pembicara di Rembuk Stunting Kabupaten Magetan  di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Kamis (7/10/2021).

Elmy menambahkan  ada desa prioritas percepatan penurunan stunting di Kabupaten Magetan. Contohnya di Kecamatan Sukumoro, prioritas di Desa Pojoksari dan Truneng atau Desa Gambiran, Suratmajan dan Ngujung di Kecamatan Maospati.

Untuk diketahui Kabupaten Magetan termasuk dalam lokus stunting. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2021. tok