wartadigital.id
Headline Surabaya

Kota Blitar – Jatim Jadi Tempat Pertama Uji Coba PPKM Level 1 Jawa – Bali

Kota Blitar menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Timur yang juga satu- satunya kota yang berada pada PPKM Level 1 menurut kualifikasi sesuai Inmendagri 47 Tahun 2021 untuk Wilayah Jawa dan Bali.

 

SURABAYA (wartadigital.id) –  Berdasarkan assessment Kementerian Kesehatan RI per 5 Oktober 2021, Jawa Timur merupakan daerah yang telah masuk assessment level 1 berdasarkan 6 indikator yakni laju kasus dan kapasitas respon 3T. Di mana 24 kabupaten/kota di Jatim masuk assessment level 1 dan 14 kabupaten/kota masuk assessment level 2.

Namun demikian, terdapat penyesuaian regulasi dalam Inmendagri 47 Tahun 2021, dimana penerapan level PPKM tidak hanya berdasarkan assessment Kemenkes saja. Melainkan juga ada syarat baru yakni capaian vaksinasi secara umum, vaksinasi lansia dan penilaian berbasis aglomerasi, di mana daerah aglomerasi level PPKM nya akan mengikuti daerah aglomerasi dengan pencapaian terendah.

Dengan penilaian baru tersebut, maka  semestinya terdapat tiga wilayah di Jawa Timur yang masuk ke PPKM level 1 berdasarkan Inmendagri 47 Tahun 2021 yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto dan Kota Blitar. Hal ini berdasarkan kriteria cakupan vaksinasi Kota Surabaya dosis 1 sebesar 108.6 persen, dosis 2 sebesar 76.36 persen, vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 92.15 persen dan dosis 2 sebesar 80.35 persen.

Sementara cakupan vaksinasi di Kota Mojokerto untuk dosis 1 sebesar 129.71 persen, dosis 2 sebesar 83.94 persen, vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 66.84 persen, dan dosis 2 sebesar 53.84 persen.

Namun demikian, mengingat Kota Surabaya dan Mojokerto masuk dalam wilayah aglomerasi maka sesuai dengan regulasi baru di  Inmendagri, maka level PPKM Kota Surabaya dan Kota Mojokerto mengikuti pencapaian  komulatif  vaksinasi daerah aglomerasi. Hal ini mengakibatkan Kota Surabaya dan Kota Mojokerto  meskipun menurut assessment level Kemenkes dan PPKM Level seharusnya  masuk level 1 tetapi karena dihitung secara aglomerasi  menurut PPKM Level berdasarkan Inmendagri 47 Tahun 2021 dengan pendekatan aglomerasi yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, maka Surabaya dan Kota Mojokerto  masuk dalam penerapan PPKM level 3 meski  secara kriteria daerah seharusnya  kedua daerah tersebut masuk level 1.

Dengan demikian, maka didapatkan bahwa hanya Kota Blitar menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Timur yang  juga  satu- satunya kota yang berada pada PPKM Level 1 menurut kualifikasi sesuai Inmendagri 47 Tahun 2021 untuk  Wilayah Jawa dan Bali.

Dengan demikian Kota Blitar dipilih pemerintah pusat sebagai daerah uji coba penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 new normal dalam perpanjangan PPKM hingga 18 Oktober mendatang.

Implementasi uji coba level 1 di Kota Blitar dilakukan karena telah memenuhi syarat indikator assessment Kemenkes untuk masuk level 1, ditambah dengan syarat baru dari Inmendagri No 47 Tahun 2021 yakni cakupan vaksinasi dosis 1 yang sudah lebih dari 70 persen dan dosis satu lansia lebih dari 60 persen.

Berdasarkan Dashboard SI Satu Data Covid-19 KCPEN per 6 Oktober 2021, pukul 18.00, data cakupan vaksinasi Covid-19 Kota Blitar mencapai 97.92 persen dosis 1 dan 63.88 persen dosis 2. Sementara untuk vaksinasi lansia pada dosis 1 mencapai 67,19 persen dan dosis 2 mencapai 52,13 persen.

Selain vaksinasi, berdasarkan data di laman covid19.blitarkota.go.id pukul 19.25, total kasus positif Covid-19 di Kota Blitar sebanyak 6.972. Sementara jumlah total kasus sembuh sebanyak 6.701. Kemudian untuk kasus kematian, totalnya sebanyak 263. Dengan demikian, saat ini di Kota Blitar hanya terdapat 8 kasus aktif. Data tersebut merupakan data terkini yang di update Dinas Kesehatan Kota Blitar per 4 Oktober 2021.

Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih atas kerja keras, sinergi, doa serta kolaborasi dari tenaga kesehatan, pemkot dan Forkopimda Kota Blitar, serta seluruh elemen strategis masyarakat.

“Alhamdulillah, Kota Blitar berhasil masuk level 1 berdasarkan kualifikasi  Inmendagri, karena Kota Blitar berdasarkan assessment Kemenkes sudah masuk level 1, ditambah pemenuhan syarat tambahan yakni capaian vaksinasi dosis 1 yang  sudah lebih dari 70 persen dan lansia lebih dari 60 persen,” ujar orang nomor satu di Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/10/2021).

Ini artinya, Kota Blitar jadi satu-satunya yang akan dilakukan uji coba pemberlakuan PPKM Level 1 oleh pemerintah pusat, semoga daerah lain di Jatim menyusul.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, penerapan itu akan tetap diimbangi dengan tindakan testing, tracing dan treatment (3T), serta peningkatan disiplin protokol kesehatan.

Selain itu, lanjut Khofifah, sesuai petunjuk pemerintah  pusat juga telah membentuk task force atau gugus tugas yang terdiri para pakar di bidangnya untuk memantau penerapan PPKM Level 1 new normal.

Menurut Mantan Mensos RI itu, task force ini akan tinggal sementara waktu di Blitar untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Sebab, apabila penerapan PPKM Level 1 new normal di Kota Blitar ini nanti berhasil, pemerintah akan memperluasnya ke kota-kota yang masuk PPKM Level 1. “Kalau ini nanti berhasil akan dikembangkan ke kabupaten/kota yang dapat masuk level 1 sesuai Inmendagri berikutnya,” katanya.

Meski demikian, Khofifah tidak pernah berhenti mengingatkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19. pri, hdi

Related posts

Covid-19 di India Melonjak Lagi, Bertambah 45.083 dalam 24 Jam

redaksiWD

HJKS ke-728, Walikota Eri Cahyadi Beberkan Harapan Besarnya untuk Warga Surabaya

redaksiWD

Dugaan Kasus Penipuan Pengusaha Malang Ngendon 6 Bulan di Polres Nganjuk

redaksiWD