Wisatawan yang datang ke Tumpak Sewu bisa lebih lama tinggal di Pronojiwo

LUMAJANG (wartadigital.id) – Pronojiwo bersiap memperkaya pilihan wisata. Tidak hanya mengandalkan pesona air terjun, kawasan yang dikenal dengan destinasi Tumpak Sewu ini mulai mengembangkan agrowisata berbasis perkebunan buah, peternakan, dan edukasi pertanian.

Salah satu destinasi yang tengah disiapkan berada di atas lahan pribadi seluas tiga hektare milik Tolib. Kawasan tersebut dirancang menjadi tempat rekreasi sekaligus ruang pembelajaran bagi pengunjung untuk mengenal budidaya tanaman buah dan aktivitas peternakan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, mengatakan sejumlah komoditas yang akan dikembangkan meliputi salak, jeruk, durian, dan stroberi.

Salak dan durian disiapkan sebagai produk unggulan, sementara stroberi menjadi komoditas pendukung yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca setempat.

“Produk utama atau buah unggulannya nanti salak dan durian. Tetapi di sana juga akan ada ratusan hingga ribuan tanaman stroberi, karena ternyata kondisi cuaca dan tanahnya cocok untuk budidaya stroberi,” ujar Galih, Sabtu (31/10/2026).

Saat ini, pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 40 persen. Pengelola juga menyiapkan akses jalan tembus agar pengunjung dapat berkeliling dan menikmati berbagai area perkebunan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang turut memberikan pendampingan sejak tahap pembangunan. Pendampingan mencakup masukan mengenai konsep pengembangan, penguatan daya tarik, hingga penyusunan aktivitas wisata yang memberikan pengalaman lebih dari sekadar rekreasi.

Menurut Galih, konsep agrowisata tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan edukasi peternakan, seperti pemeliharaan kambing dan unggas. Kawasan ini bahkan berpeluang menjadi lokasi kegiatan pembelajaran luar ruang bagi pelajar melalui program kunjungan atau outing sekolah.

“Kami dari Dinas Pariwisata ikut mendampingi sejak proses pembangunan. Kami memberikan saran dan masukan, termasuk bagaimana menghadirkan edukasi peternakan kambing dan unggas. Nantinya juga bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah untuk kegiatan outing,” katanya.

Pengembangan destinasi ini menjadi salah satu upaya memperluas pengalaman wisata di Pronojiwo. Selama ini, kawasan tersebut dikenal luas melalui wisata alam, terutama Tumpak Sewu yang menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Galih berharap keberadaan agrowisata dapat menjadi pilihan aktivitas tambahan bagi wisatawan sehingga mereka memiliki lebih banyak alasan untuk menikmati Pronojiwo dalam waktu lebih lama.

“Ini salah satu cara agar wisatawan yang datang ke Tumpak Sewu bisa lebih lama tinggal di Pronojiwo. Jadi, pilihan wisatanya semakin bervariasi. Tidak hanya coban dan air terjun, tetapi juga ada wisata baru yang menawarkan inovasi dan pengalaman berbeda,” ungkapnya.

Dinas Pariwisata menargetkan kawasan agrowisata tersebut mulai dibuka pada awal 2027. Selain penyelesaian pembangunan fisik, persiapan juga mencakup pemenuhan perizinan dan promosi agar destinasi tersebut siap diperkenalkan kepada masyarakat.

Ke depan, pengembangan berbagai jenis wisata diharapkan dapat memperkuat daya tarik Pronojiwo sebagai kawasan tujuan wisata dengan pengalaman yang lebih beragam.

“Harapan kami, Pronojiwo bisa menjadi one stop tourism, tempat wisatawan mendapatkan berbagai pilihan wisata. Jadi tidak hanya wisata alam, tetapi juga agrowisata dan edukasi, dengan pelayanan terbaik bagi pengunjung,” katanya. uja

Pos terkait