
Tentara AS siap dikirim ke Ukraina jika ketegangan memburuk.
WASHINGTON (wartadigital.id) – Sekitar 8.500 tentara Amerika Serikat (AS) telah disiagakan di AS jika NATO mengaktifkan Pasukan Responsnya atau jika situasi keamanan di Eropa semakin memburuk.
Juru Bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby mengatakan, pasukan itu terutama pasukan darat yang dapat membawa sejumlah kemampuan ke daratan Eropa jika diperlukan, termasuk logistik, medis, penerbangan, intelijen, pengawasan dan pengintaian, transportasi.
“Keputusan sekarang telah dibuat untuk menempatkan unit-unit ini dalam siaga lebih tinggi, dan hanya siaga lebih tinggi. Tidak ada keputusan yang dibuat untuk mengerahkan pasukan dari Amerika Serikat saat ini,” kata Kirby seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (25/1/2022).
Dijelaskan Kirby Amerika Serikat akan menjaga koordinasi yang erat dengan sekutu dan mitra, karena itu pihaknya terus meninjau postur kekuatan dan membuat keputusan mengenai pergerakan pasukan ke dan di dalam Eropa.
Keputusan untuk menempatkan pasukan dalam keadaan siaga datang di tengah meningkatnya ketegangan di Eropa timur, ketika Barat dan NATO menuduh Rusia mempersiapkan invasi ke Ukraina. Rusia dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 120.000 tentara di perbatasannya dengan bekas republik Soviet, di samping pengerahan massal tank dan artileri.
Penumpukan serupa telah terlihat di Belarus, tepat di utara Ukraina. Dalam kedua kasus tersebut, Rusia menyangkal mempersiapkan invasi dan mempertahankan pasukannya di sana untuk latihan rutin. Sementara itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell berusaha untuk menenangkan ketakutan Barat atas krisis Ukraina, setelah pembicaraannya dengan diplomat tinggi AS, Antony Blinken. “Kami tahu betul apa tingkat ancaman dan cara kami harus bereaksi, dan tidak diragukan lagi kami harus menghindari reaksi yang mengkhawatirkan,” kata Borrell, Senin (24/1/2022).
“Anda harus tetap tenang melakukan apa yang harus Anda lakukan, dan menghindari gangguan saraf,” lanjutnya.
Diduga Kumpulkan Pasukan
Ketegangan di sekitar Ukraina meningkat ketika NATO menempatkan pasukannya dalam keadaan siaga tinggi dan tuduhan media Barat bahwa Rusia siap “menginvasi” Ukraina. Moskow membantah tuduhan itu dan menegaskan hak kedaulatannya mengerahkan pasukan di dalam wilayahnya sendiri saat ekspansi NATO sedang berlangsung ke arah timur.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan penumpukan besar pasukan Ukraina di jalur kontak Donbass menunjukkan Kiev sedang mempersiapkan serangan. “Memang, pihak berwenang Ukraina memusatkan sejumlah besar pasukan dan peralatan di perbatasan dengan republik-republik yang memproklamirkan diri di jalur kontak. Memang, sifat konsentrasi ini menunjuk pada persiapan untuk operasi ofensif dan memang, ada ancaman seperti itu sekarang,” tegas Peskov, Senin (24/1/2022).
Dia mengatakan dalam kasus ini, Moskow ingin melihat negara-negara NATO mendesak Kiev untuk tidak memikirkan kemungkinan penyelesaian militer di Ukraina. Menurut Peskov, pengiriman setiap unit senjata ke Ukraina menginspirasi Kiev untuk memulai operasi militer di Donbass. aac, sin, ins