Masyarakat Jangan Panik

Wara Sundari Reny Pramana

 

Penyebaran varian Omicron  akhirnya masuk ke Jatim. Meski demikian Ketua Komisi E DPRD Jatim Wara Sundari Reny Pramana meminta masyarakat Jatim tidak panik akan kehadiran varian baru dari Covid-19 tersebut.

Bacaan Lainnya

“Menyikapi masuknya virus Omicron di Jatim sebaiknya masyarakat tidak perlu panik, walaupun varian baru Covid-19 ini daya penularannya lebih cepat daripada varian yang lain, tetapi varian ini sangat ringan dan tidak membahayakan. Mayoritas yang kena tenggorokan kering, batuk, atau flu  tetapi sembuhnya agak lama di kisaran 10 hari,” kata politikus asal Kediri, Senin (24/1/2022).

Melihat kasus  Omicron di Jatim, menurutnya karena perjalanan masyarakat ke luar negeri memang banyak, tetapi belum ditemukan adanya pasien Omicron yang meninggal dunia setelah terdeteksi beberapa hari.

Wanita yang akrab dipanggil bunda Reni ini mengungkapkan, di Amerika Serikat yang kasus positifnya pernah sehari lebih dari 1 juta juga masih aman saja. “Di sana tidak perlu karantina, tetap beraktivitas seperti biasa, begitu juga di negara lainnya,”kata Bunda Reni.

Dibeberkan oleh mantan Ketua DPRD Kediri ini, bahwa di Amerika Serikat penularan varian Omicron sangat tinggi karena beberapa hal. Di antaranya, banyak yang belum divaksin, banyak yang tidak bermasker, aktivitas yang sangat padat dan tempat makan tertutup dan penuh.

Di Indonesia justru sebaliknya, kata Wara Sundari Reny Pramana pemerintah perlu diacungi jempol di dalam penanganan pencegahan penyebaran varian Omicron dilakukan sangat hati-hati dan lebih protektif. “Yang terpenting saat ini mengingatkan kembali disiplin/tertib menjalankan prokes. Saya sayangkan banyak masyarakat atau tokoh masyarakat sudah mulai abai terhadap pentingnya disiplin menerapkan prokes,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Kasus Omicron di Jatim tercatat sebanyak 8 orang hingga 15 Januari lalu. Sebarannya juga semakin meluas meliputi Kota Surabaya, Kota Malang dan Kabupaten Malang. pri