Eri Cahyadi Tegaskan Rusunawa Khusus untuk MBR

Walikota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Rusunawa Gunung Anyar Sawah di Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar, Senin (30/5/2022).

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kembali bahwa rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), diprioritaskan khusus untuk warga atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Bacaan Lainnya

Karenanya, Camat dan Lurah harus untuk lebih teliti dan selektif sebelum memberikan fasilitas rusunawa kepada calon penghuni agar tepat sasaran.

“Rusunawa adalah khusus untuk MBR. Ada yang sudah lulus dan tidak masuk MBR, tapi masih ada yang untup-untup (muncul sedikit). Umpamanya batas MBR itu 100 tapi dia 101, maka dia boleh tinggal di rusun itu,” kata Walikota Eri Cahyadi, Selasa (19/7/2022).

Nantinya, apabila warga tersebut telah lulus sebagai MBR, maka akan berstatus mengontrak dan bersiap untuk digantikan oleh MBR yang lain. “Kalau di dalam rusun tidak ada yang mentas (keluar), yang salah adalah Pemkot Surabaya. Harusnya mereka lulus dan sudah tidak menjadi MBR lagi,” tegas dia.

Sebab, menurutnya, keberhasilan pemerintah adalah harus bisa mengentaskan MBR yang ada di Kota Surabaya. Namun, pemkot juga memberikan kesempatan bagi MBR tinggal di rusun untuk sementara waktu, jika warga tersebut tiba-tiba tidak masuk kategori MBR.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga berharap para Kader Surabaya Hebat (KSH), apabila mengetahui permasalahan tersebut, bisa segera menyampaikan langsung kepada Lurah atau Camat setempat.

“Karena yang mengantre untuk tinggal di rusun itu ada ribuan warga. Maka, inilah tugas pemkot untuk bisa memberikan pekerjaan, agar (mereka) bisa kontrak rumah atau tinggal di tempat yang lainnya,” pungkasnya. ike