Pemkab Sidoarjo Normalisasi 58 Titik Sungai

Salah satu sungai Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo yang sudah dinormalisasi, Minggu (24/7/2022).

 

SIDOARJO (wartadigital.id) – Upaya meminimalisir banjir terus dilakukan Pemkab Sidoarjo menjelang datangnya  musim penghujan. Terbaru,  Pemkab Sidoarjo tahun ini menormalisasi puluhan sungai (kali). Totalnya ada 58 titik. Dari jumlah itu sebagian sudah dikerjakan dan sisanya masih dalam proses.

Bacaan Lainnya

Normalisasi sungai ini sasarannya, sungai yang dangkal. Terutama, yang berada di sekitar pemukiman padat penduduk yang dikeruk Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo.

Hal ini seperti sejumlah sungai di daerah Kecamatan Sedati. Sungai yang memisahkan antara Desa Sedati Gede dan Desa Sedati Agung itu saat ini sedang dalam proses dinormalisasi.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan pengerjaan normalisasi sungai bakal terus dikerjakan mengingat Sidoarjo merupakan daerah delta dan dialiri banyak sungai. Sama halnya dengan perbaikan jalan dan betonisasi yang setiap tahun dikebut.

“Karena, kedua proyek itu membawa efek langsung pada kelancaran aktivitas masyarakat,” ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini, Minggu (24/7/2022).

Gus Muhdlor meminta pasca dilakukan pengerukan, puluhan sungai itu dijaga dari kotoran sampah. Karena sampah menjadi penyebab utama aliran tidak lancar dan memicu pendangkalan.

“Dibutuhkan kesadaran dari masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di sungai. Karena kesadaran itu butuh pengawasan bersama,” pinta putera Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat, KH Agoes Ali Masyhuri ini.

Untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai tampungan air hujan dan mencegah banjir, sungai juga untuk memperlancar saluran irigasi lahan pertanian. “Karena itu, kami mendorong pemerintah desa menerapkan pengawasan terhadap kebersihan beberapa sungai yang melintasi wilayah desanya masing-masing,” tegas alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Seperti sungai di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin yang belum lama ini sudah rampung dinormalisasi. Sungai itu, menjadi penghidupan bagi petani di wilayah sekitarnya. Bahkan, puluhan hektar lahan pertanian bergantung pasokan air sungai Ganggangpanjang.

Sementara Kabid Irigasi dan Pematusan Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo Rizal Asnan menegaskan normalisasi dilakukan merata di semua wilayah kecamatan.

“Tahun ini ada 58 titik sungai yang dinormalisasi dan diprioritaskan sungai yang melewati padat pemukiman. Termasuk yang menjadi saluran irigasi lahan persawahan,” tandasnya. sis