
SIDOARJO (wartadigital.id) – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo terus bergerak ke arah positif. Bahkan Kabupaten Sidoarjo menjadi daerah dengan rangking kedua di Jawa Timur untuk pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,53 persen
Kerja keras dan kerja cerdas menjadi motto Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dalam menahkodai pemerintahan Sidoarjo. Dua hal itu dilakukan Gus Muhdlor dalam 2 tahun terakhir ini hingga mampu merubah persepsi publik dari Sidoarjo yang tadinya dikenal kabupaten “autopilot” kini perlahan tapi pasti stigma itu sudah berubah. Sidoarjo menjadi daerah yang seakan tak kenal lelah bekerja dengan terus melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.
Di bawah kendali Ahmad Muhdlor pembangunan Kota Delta semakin masif dalam dua tahun terakhir. Dengan gaya kepemimpinannya yang khas, dan cenderung terbuka serta mau mendengar aspirasi publik menambah tingkat kepercayaan masyarakat meningkat.
Muhdlor yang merupakan putera pengasuh Ponpes Progresif Bumi Sholawat Lebo KH Agoes Ali Masyhuri itu terus mendorong jajarannya untuk bekerja memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga Sidoarjo.
Pengamat pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Fajar Muharram MIP menilai, dalam dua tahun terakhir ini gaya kepemimpinan dan komunikasi publik Ahmad Muhdlor sudah banyak mengalami perubahan. Ia menilai Ahmad Muhdlor lebih membuka diri dan lebih banyak mendengar apa yang menjadi keluhan warga Sidoarjo.
“Saya juga melihat komunikasi yang dilakukan Gus Muhdlor (GM) ini dengan penataan-penataannya itu memang serius. Saya memang bukan timnya Gus Muhdlor, tapi saya melihat cara komunikasi GM ke atas maupun ke bawah yang kemarin terakhir saya lihat persoalan banjir di Tanggulangin, GM mau turun langsung. Istilahnya mengerti sambatnya masyarakat, ” jelas Fajar, Selasa (7/3/2023).
Terkait banjir di Tanggulangin, Fajar melihat GM langsung memantau dan ada beberapa permasalahan langsung dieksekusi. “Dan saya melihat sekarang itu sudah banyak perubahan. Banyak mau mendengar dan sudah tertata dalam komunikasi publiknya,” tambahnya.
Sejak resmi menjabat Bupati Sidoarjo pada 26 Februari 2021, Ahmad Muhdlor dengan lantang menyampaikan komitmennya akan bekerja dan mengabdi untuk Sidoarjo dengan sepenuh pikiran dan tenaga. Ia kemudian membuktikan kepada masyarakat dengan membuat gebrakan-gebrakannya.
Salah satu gebrakannya menghentikan proyek revitalisasi gedung Pemkab dan kantor Bupati Sidoarjo. Menurut Muhdlor proyek revitalisasi gedung pemkab yang bakal menelan anggaran ratusan miliar itu dinilainya masih belum mendesak. Ia menilai infrastruktur Sidoarjo masih banyak yang harus ditingkatkan. Salah satunya adalah merampungkan proyek jalan frontage road dan jalan beton.
Muhdlor menghitung dengan cermat kemampuan APBD Sidoarjo. Pada 2021 APBD Sidoarjo ditetapkan melalui rapat paripurna sebesar Rp 5,3 triliun. Dari kekuatan anggaran itu, ia kemudian membuat keputusan politik. Proyek pembangunan RSUD Krian diubah dari skema kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) beralih ke APBD murni.
Langkah yang diambil bupati muda itu bukan tanpa pertimbangan matang. Ia telah menghitung dengan cermat kemampuan anggaran dan kebutuhan infrastruktur kesehatan yang oleh warga Sidoarjo barat diharapkan bisa dengan segera terwujud.
Pekerjaan Rumah (PR) lainnya yang menjadi fokus Bupati Muhdlor adalah mengatasi kemacetan di Aloha. Penyelesaian kemacetan di perlintasan sebidang Krian dan Tarik. Untuk bisa segera merealisasikan pembangunan flyover Aloha ia bersama tim yang dibentuknya kemudian membangun komunikasi dengan Kementerian PU PR. Selain membangun komunikasi dengan Kementerian PU PR, Gus Muhdlor juga menemui KSAL yang pada waktu itu dijabat Laksamana Yudo Margono untuk membahas pembangunan flyover Aloha dan frontage road yang berdiri di atas lahan milik TNI AL.
Komunikasi yang dibangun kurang lebih satu tahun itu akhirnya membuahkan hasil. Pihak Kementerian PU PR yakin terhadap upaya Bupati Sidoarjo dalam mendukung kelancaran pelaksanaan proyek pembangunan flyover Aloha. Dan pada akhir Desember 2022 lalu proyek pembangunannya sudah dimulai dan ditargetkan selesai 2024. Sedangkan proyek pembangunan flyover JPL 64 Krian dan JPL 79 Tarik lebih dulu dibangun pada September 2022.
Cepatnya progress pembangunan jalan frontage road juga tidak lepas dari peran bupati alumni Unair Surabaya itu. Dalam proses pembebasan lahan Bupati Gus Muhdlor yang mengedepankan langkah-langkah humanis. Dalam waktu dua tahun sejak 2021 -2022, progres proyek frontage road pembangunannya berjalan sangat cepat. Proyek frontage road ruas Waru hingga Buduran ditargetkan tuntas pada akhir 2024.
Masih menurut Fajar, persoalan klasik di Sidoarjo yang tidak bisa disepelekan adalah persoalan macet. Solusinya kalau tidak frontage ya membangun flyover untuk mengurai kemacetan Aloha. Orang-orang yang bekerja di Surabaya menurutnya sudah tidak mampu lagi beli rumah di Surabaya, maka mau tidak mau beli rumahnya di Sidoarjo. “Akhirnya yang terjadi pagi berangkat kerja bareng macet, sore pulang kerja bareng macet. Maka frontage ini menjadi solusi. Dalam kebijakan publik ada adopsi, nah persoalan macet ini bisa diselesaikan seperti di Surabaya lewat frontage road, dan ini bagus,” terang Fajar.
Program prioritas lainnya yang telah dirasakan warga Sidoarjo yakni program Kurda Sayang yaitu kredit modal bagi ribuan UMKM Sidoarjo dengan bunga ringan 3 persen per tahun. Bantuan modal usaha bagi ribuan kelompok usaha perempuan (Kurma). Pemkab Sidoarjo juga memfasilitasi kepengurusan izin usaha NIB bagi ratusan UMKM naik kelas.
Program pelatihan kompetensi sebagai bekal persaingan bekerja juga menjadi prioritas. Menjalin perjanjian dan membangun kesepahaman dengan para investor agar mengutamakan tenaga lokal lebih diprioritaskan juga sudah dilakukan. Salah satunya di Kawasan industri Jabon. Ratusan warga menerima program bedah rumah dan bedah warung rakyat. Kemudian bantuan makan kepada para dhuafa janda.
Program lainnya, yakni beasiswa pendidikan tinggi dan siswa berprestasi. Total lebih dari dua ribu orang menerima manfaat program ini. Penambahan jumlah sekolah SMP Negeri di Tulangan dan Prambon. Penambahan jumlah puskesmas baru dan peningkatan kelas puskesmas dari pustu ke puskesmas utama. Membuka pengaduan respon cepat kegawat daruratan call center 112.
Fajar yang merupakan alumni magister ilmu politik Unair itu mengingatkan, yang tidak kalah penting yang harus mendapat perhatian dari pemerintah adalah masalah pengangguran. Menurut Fajar, siapapun yang menjadi pemimpin Sidoarjo tapi kalau masalah penyelesaian persoalan pengangguran ini tidak bisa diselesaikan baginya ini “tabu”. Karena Sidoarjo ini adalah daerah industri, maka tidak ada alasan orang Sidoarjo nganggur, kecuali orang malas.
“Sepengetahuan saya Gus Muhdlor juga sudah mendealkan (membuat kesepakatan) dengan para pengusaha untuk menggunakan tenaga warga lokal di sekitar kawasan industri Jabon. Saya lupa angka pastinya, entah 40 atau 60 persen itu harus warga sekitar yang diakomodir. Pola -pola seperti ini yang harus dilakukan untuk meminimalisir angka pengangguran,” katanya.
Kemudian, lanjut Fajar, dia melihat di Sidoarjo yang harus diperhatikan yakni Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Karena gedung tinggi sudah banyak, efek rumah kaca terus polusi, ditambah pohon-pohon sudah mulai banyak yang hilang. Maka solusinya memberbanyak RTH dan menanam lebih banyak lagi pohon. RTH ini juga menjadi PR untuk Gus Muhdlor,” jelasnya.
Dosen Prodi Administarasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu juga sudah melihat ada progres yang bagus dalam dua tahun terakhir ini. “Di Sidoarjo persoalan yang paling klasik inikan jalan aspal yang mudah rusak jika memasuki musim hujan. Itu sudah mulai dibereskan dengan betonisasi sampai di pelosok-pelosok. Saya kemarin iseng naik motor sampai di Tulangan sampai ke Porong sudah banyak yang dibeton. Maksud saya, akses yang dibeton ini akan mempermudah sektor ekonomi,” terangnya.
Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir puluhan ruas jalan telah dibeton. Pada 2022 ada 17 ruas yang sudah dibeton, diantaranya Jalan Krian–Kemangsen, Pabean–Ngingas, Wonoayu–Candi Negoro, Panjunan–Suko (dana alokasi khusus), Panjunan–Suko (Desa Masangan Kulon, Sukodono), Krembung–Kepadangan, Semambung–Sedati Gede, Sidorejo–Barengkrajan, Pawindo–Jatikalang, Tulangan–Kepadangan, Kepadangan–Bulang, Simpang tiga Tulangan, Betro–Kalanganyar, Gedangan–Betro, Pilang–Tulangan, Kebonagung–Kemasan, Pabean–Wadungasri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo Dwi Eko Saptono menyampaikan pada 2023 ruas jalan yang akan dibeton di antaranya Jalan Raya Desa Banjarsari – Desa Damarsari (Kecamatan Buduran), JL Raya Desa Sukolegok (Kecamatan Sukodono) – Desa Geluran (Kecamatan Taman), Desa Ngingas – Desa Tropodo (Kecamatan Waru), Desa Betro (Kecamatan Sedati) – Desa Damarsi (Kecamatan Buduran), JL Raya Desa Kedondong – Tulangan (Kecamatan Tulangan), JL Raya Desa Durungbedug (Kecamatan Candi) – Desa Sudimoro (Kecamatan Tulangan), Desa Durungbedug (Kecamatan Candi) – Desa Medalem (Kecamatan Tulangan) serta Desa Kedungbanteng – Desa Banjarpanji (Kecamatan Tanggulangin).
Selain itu, untuk wilayah barat ada JL Raya Desa Tarik – Mliriprowo (Kecamatan Tarik), Desa Bringinbendo – Desa Tanjungsari (Kecamatan Taman) serta Desa Krembung – Desa Mojoruntut (Kecamatan Krembung). Khusus untuk Jalan Raya Desa Krembung – Desa Mojoruntut ada dua ruas yang bakal dibeton. “Ada 12 ruas jalan yang sudah masuk dalam pekerjaan betonisasi hingga akhir 2023 mendatang,” pungkas Dwi Eko Saptono. sis