Jelang Harganas, BKKBN Luncurkan PSA

BKKBN melakukan kerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Kesehatan Indonesia, salah satunya dengan Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-31 Tahun 2024, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  melaksanaan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor pada 4 Juni 2024. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai upaya untuk mencapai Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) sebesar 2,1  di Indonesia pada tahun ini.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BKKBN RI dr Hasto Wardoyo pada acara Peluncuran Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA) dan Halo PSA di RS Bali Mandara di Denpasar Bali, Selasa (4/6/2024).

“Hari ini dilakukan PAS dengan target 1.275.457 akseptor,” kata dr Haso Wardoyo dalam sambutannya pada acara Peluncuran Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA) dan Halo PSA yang juga diikuti oleh seluruh BKKBN Provinsi di Indonesia secara daring.

Mantan Bupati Kulon Progo ini menambahkan dalam kegiatah kali ini ditargetkan 1.275.457 akseptor dengan target masing-masing provinsi, kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa. Mengapa dalam menyambut Harganas 2024 ini dilakukan PSA? Karena menurunkan angka stunting masih menjadi program priotitas pemerintah.

“Cerdas atau tidaknya anak itu sangat dipengaruhi oleh sunting. Terjadinya sunting sangat dipengaruhi oleh jarak kelahiran anak, maka kegiatan hari ini tidak lain untuk mengatur jarak kelahiran anak jangan sampai kurang dari 3 tahun,”ungkapnya.

Hasto menambahkan mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) itu sangat penting, sebab pada 2035, Indonesia sudah banyak dipenuhi oleh lansia dengan tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi rendah kalau generasi muda tidak sehat, tidak cerdas, dan tidak kreatif maka akan berat.

Banyaknya lansia disebut dengan Aging population, sambung Hasto, dan generasi muda yang juga harus ikut menanggung para lansia dan anak-anaknya disebut dengan Sandwich generation.  “Para Sandwich generation ini harus diajak untuk melahirkan anak-anak  yang berkulitas agar bisa menopang aging population ini. Contoh ada 2 negara yang menyiapkan bonus demografi yaitu Jepang dan Korea Selatan karena yang bekerja lebih banyak dari yang makan,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Maria Ernawati mengungkapkan momentum peluncuran PSA telah dilaunching hari ini oleh Kepala BKKBN RI dalam rangkaian kegiatan Harganas ke-31. “Target PSA untuk Provinsi Jawa Timur 179 ribu dan harus terlayani di seluruh Jatim,”ungkapnya setelah mengikuti Kegiatan Peluncuran PSA secara daring di ruang rapat Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya, Selasa (4/6/2024).

Erna , begitu dia kerap disapa, menambahkan selain PAS dalam rangkaian kegiatan Harganas ini juga BKKBN RI melakukan kerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Kesehatan Indonesia yang tentu saja di Jatim sudah melakukan kerjasama dengan beberapa Fakultas Kesehatan, salah satunya adalah Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra.

“Kami berharap Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga ini nantinya bisa untuk membantu kami untuk menelurkan provider yang andal dan Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra ini selalu mengirimkan mahasiswa untuk praktik di Sayagatra BKKBN,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, sekaligus Kepala Departeman Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Ciputra Dr dr Winarni Wartiningsih MKes menuturkan mahasiswa kepaniteraan klinik ilmu kesehatan masyarakat, calon dokter ini akan ada putaran-putaran dan selama 3 bulan mereka akan ada di Ilmu Kesehatan Masyarakat, salah satunya akan mengirim dokter-dokter muda ke BKKBN untuk belajar mengimplementasikan mekanisme atau prosedur-prosedur keluarga berencana.

“Sehingga mereka bisa menjadi care provider yang baik ketika mereka akan terjun ke masyarakat. Kami senang sekali karena kegiatan ini juga secara khusus sesuai dengan keunggulan kami. Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra memiliki keunggulan kedokteran pencegahan, salah satunya di dalam bidang kesehatan reproduksi,”pungkasnya. sis

Pos terkait