
SEMARANG (wartadigital.id) – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh lima kepala daerah asal Jawa Timur yang berhasil mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK). Kelima kepala daerah tersebut adalah Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bupati Jember Hendy Siswanto, Bupati Kediri Hanindhito Himawab Pramana dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.
Kepala Perwakilan BKKBN Provisi Jawa Timur Dra Maria Ernawati MM menjelaskan Hari Keluarga Nasional (Harganas) setiap tahun dilaksanakan 29 Juni dan untuk tahun ini Harganas ke-31 diperingati dengan puncak acara di Kota Semarang Jateng.
“Ada beberapa penghargaan yang akan diberikan kepada individu yang peduli terhadap program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting (PPS). Alhamdulillah di Jawa Timur, tahun ini ada lima orang bupati/walikota yang menerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dan satu orang mendapatkan penghargaan setyalencana Wira karya (SWK) yang akan diberikan besok (Sabtu) pada Puncak Harhanas oleh Presiden , ” kata Erna usai acara Penganugerahan Tanda Penghargaan dan Gala Dinner Bidang Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 di Merapi Grand Ballroom PRPP Jl Anjasmoro Tawangsari, Jumat (28/6/2024) malam.
Erna menjelaskan bahwa MKK merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui BKKBN kepada Individu yang menunjukkan dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk, keluarga berencana (KB) dan Pembangunan Keluarga. “Selain Jawa Timur juga menerima penghargaan satu penghargaan Wira Karya Kencana (WKK) dan 9 penghargaan Dharma Karya Kencana (DKK), ” sebut Erna.
Erna menambahkan penerima Penghargaan WKK adalah Prof Dr Sri Sumarmi (Dosen FKM Unair) sedang 9 penerima penghargaan DKK antara lain Dr Ikhsan (Ketua TPPS Kota Surabaya), Sugiharti (Ketua Pokja Kampung KB Sejahtera Kota Madiun), Supriyadi (Ketua Pokja TDK Kampung KB Kapendis Kota Madiun), Rany Juliastuti (Ketua PC IBI Kabupaten Mojokerto), Dr Budi Prasetyo dr SpOG (Ketua PIGI Cabang Surabaya), dr Imam Hariyono (Direktur RSUD Besuki ), Ariswaty Aziz (Kepala DPPKB Kab Malang) dan Arisatul Humaidah (Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso).
Selain itu, ungkap Erna, masih ada lima Kepala daerah yang mendapatkan penghargaan di bidang Percepatan Penurunan stunting yaitu Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Situbondo Lama Suswandi yang menerima penghargaan untuk Penghargaan Prevalensi Stunting Terendah di Indonesia dan empat bupati yang mendapatkan penghargaan Penurunan Prevalensi Stunting Terbanyak di Indonesia yaitu Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto, Pj Bupati Bangkalan Ariel M Edie dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
“Pemberian penghargaan oleh BKKBN Pusat tidak lain sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen pemerintah daerah dan mitra kerja terhadap program bangga kencana dan PPS, ” tuturnya.
Di mana, ungkap Erna, prevalensi stunting di Jawa Timur saat ini ada di angka 17,7 persen sedang untuk program Bangga Kencana, Provinsi Jawa Timur sudah menjadi nominator indeks pembangunan keluarga adalah indeks pengukuran kualitas keluarga yang ditujukan melalui tiga dimensi yaitu dimensi ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga.
“Kami ucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan bantuan dari stakeholder dari pemerintah daerah yang sudah mendukung tercapainya program bangga kencana dan PPS di Jatim, ” tuturnya.

Sebelumnya, dalam sambutannya Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menyampaikan pihaknya berharap pemberian penghargaan ini akan membangun semangat kepala daerah, Ibu Ketua TP PKK dan masyarakat untuk terus membangun daerah mereka yang lebih baik.
Sedangkan Kepala BKKBN Nasional Dr Hasto wardoyo mengungkapkan Indonesia harus fokus membangun sumber daya manusia (SDM), salah satunya adalah penurunan stunting.
“Kami juga melakukan koordinasi untuk variable-variabel untuk mencegah lahir stunting melalui bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Serta yang tidak kalah penting adalah mengedukasi ibu hamil akan pentingnya asupan gizi saat hamil agar janin sehat dan bebas dari stunting,” pungkasnya. sis


