Panen Sayur Program P2L di Desa Dringu, Dukung Penurunan Stunting

Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam berbagai macam sayuran tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga namun juga menambah pendapatan keluarga

PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Bhakti Manunggal I di Desa Dringu Kecamatan Dringu makin menunjukkan hasil positif.

Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam berbagai macam sayuran seperti bayam, kangkung, pokcoy atau sawi daging hingga labu putih, dan program ini tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menambah pendapatan keluarga serta mendukung upaya penurunan angka stunting.

Bacaan Lainnya

Ketua Kelompok Tani Bhakti Manunggal I Joko Sumantri menyampaikan program ini telah membantu banyak warga dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. “Selain untuk konsumsi pribadi, hasil panen juga dijual di pasar sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga,” ujarnya.

Dengan panen sayur yang melimpah, Joko berharap program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih besar lagi bagi warga desa. “Kami ingin semakin banyak keluarga yang terlibat, sehingga manfaatnya tidak hanya bagi para petani, tetapi juga seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sementara Camat Dringu Indah Rohani mengatakan program P2L bertujuan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Desa Dringu Kecamatan Dringu. “Alhamdulillah, senang sekali bisa panen sayuran dari program P2L ini. Sayuran yang dipanen tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga digunakan untuk mendukung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu, khususnya bagi anak-anak yang berisiko stunting,” katanya.

Setiap kali panen jelas Indah, hasil sayuran didistribusikan secara gratis kepada anak-anak stunting di posyandu sekitar Desa Dringu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa Dringu untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, terutama bagi mereka yang berisiko stunting.

“Semoga dengan adanya program P2L ini, angka stunting di Kecamatan Dringu dapat terus menurun dan anak-anak tumbuh sehat dengan gizi yang cukup,” harapnya.

Menurut Indah, program P2L di Desa Dringu juga didukung oleh Pemerintah Kecamatan Dringu sebagai salah satu solusi praktis dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk kemandirian pangan. Selain itu, program ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang, khususnya bagi pertumbuhan anak-anak.

“Melalui program P2L ini, Kecamatan Dringu membuktikan bahwa dengan inovasi sederhana dan gotong royong, masalah kesehatan seperti stunting dapat ditangani secara langsung di tingkat komunitas,” ujarnya. oli, kmf

Pos terkait