
PACITAN (wartadigital.id) – Dosen dan praktisi Fakultas Vokasi Dr Sri Endah Nurhidayati SSos, MSi menilai beragam potensi pariwisata di Pacitan perlu diintegrasikan. Artinya ada pendekatan pengelolaan wisata di mana berbagai jenis destinasi dan atraksi wisata bisa dihubungkan secara fisik, konseptual dan pemasaran untuk memberikan pengalaman yang komprehensif kepada wisatawan. Pendekatan ini memungkinkan wisatawan untuk mengunjungi berbagai tempat dalam satu perjalanan sehingga meningkatkan durasi tinggal dan pengeluaran mereka di lokasi tujuan wisata.
Pernyataan Dr Sri Endah Nurhidayati SSos, MSi diungkapkan pada pembukaan Pengmas PPDB Unair 2024 Batch 2 di Pacitan, Kamis (24/10/2024). Dia menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut. Sedangkan pembicara lainnya dari Unair adalah Ketua PPDB Pacitan 2024 Prof Dr Ir Retna Apsari MSi dan dua dosen Prodi Teknik Elektro FTMM, yakni Yoga Uta Nugraha ST, MT dan Prisma Megantoro ST, MEng.
“Potensi Pacitan itu banyak, mulai dari banyaknya gua, kekayaan pantai dengan sejuta ombak yang tersebar di Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan , Kebonagung, Pringkuku, Donorojo dan Pacitan kota. Wisata alam ini menjadi potensi yang besar untuk dikembangkan dalam kerangka intregrasi sehingga wisatawan dapat menikmati berbagai keunikan wilayah dalam dalam satu wilayah,” kata Dr Endah.
Dr Endah menjelaskan potensi geothermal di Pacitan bisa sebagai daya tarik wisata. Menurutnya bisa dikemas menjadi geothermal tourism misalnya dibuat paket geowisata yakni menggabungkan wisata alam dan energi baru terbarukan. Bisa menawarkan wisata geothermal, tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah tetapi juga pengalaman edukatif terkait energi terbarukan. Atau wisata edukasi sehingga wisatawn dapat belajar tentang bagaimana energy geothermal dihasilkan, proses konversi energi panas bumi menjadi listrik serta pentingnya energi terbarukan untuk masa depan. Atau bisa dikemas menjadi wisata relaksasi dan kesehatan. “Panas bumi juga bisa diterapkan dalam wisata kesehatan, seperti pemandian air panas alami atau spa geothermal. Air panas yang kaya akan mineral memiliki banyak manfaat kesehatan seperti meningkatan sirkulasi darah dan relaksasi otot,” katanya.

Sementara itu Ketua Pokdarwis Pesona Ngiroboya, Wildan Nur Swi Harmoko menjelaskan Pantai Ngiroboyo mulai dikelola BumDes sejak 2020. Keberadaan wisata yang berjarak 1 km dari Pantai Klayar ini makin diminati masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata di Pacitan. Apalagi pihaknya terus berinovasi dan bersolek agar keberadaan Pantai Ngiroboyo bisa dikenal dan mampu menggaet banyak pengunjung.
Di lokasi wisata bertiket masuk Rp 10 ribu per orang ini telah ada fasilitas umum berupa toilet, tempat parkir, musala, rest area, area camping, area outbond. Selain itu, wisatawan bisa menikmati kuliner khas Ngiroboyo serta souvenir kerajinan warga setempat dengan berbahan baku dari alam sekitar.
Wildan menambahkan bagi wisatawan yang ingin bermalam di kawasan Pantai Ngiroboyo, terdapat beberapa pilihan penginapan atau bahkan camping di pesisir. Bagi mereka yang menggelar meeting juga tersedia fasilitasnya. ”Saya berterima kasih dalam pengembangan wisata dibantu Unair, sehingga potensi yang ada di Pantai Ngiroboyo bisa dimaksimalkan dan memberi manfaat ekonomi bagi warga setempat. Dengan inisiasi sepeda listrik dan PLTS hybrid Unair, saya berharap semakin meningkatkan kinerja Pokdarwis Ngiroboyo sekaligus mengkampanyekan transportasi ramah lingkungan guna mendukung penurunan jejak karbon,” katanya.
Diakui Wildan pengembangan wisata Pantai Ngiroboyo masih terhalang sejumlah kendala. Di antaranya SDM terbatas sehingga butuh pelatihan agar bisa mencetak SDM yang mumpuni di bidang pariwisata. Selain itu kondisi infrastrukur jalan sepeanjang 3,5 km yang belum bagus. nti*