
JAKARTA (wartadigital.id) – Kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Kamis (15/7/2021) mengalami penambahan 56.757 kasus. Sehingga, akumulasi positif Covid-19 ini sebanyak 2.726.803 kasus.
Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 249.059 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Tercatat pada hari ini kasus yang sembuh dari Covid-19 berjumlah 19.049 orang. Sehingga total sebanyak 2.176.412 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, jumlah yang meninggal dunia bertambah 982 orang. Sehingga jumlahnya tercatat menjadi 70.192 orang. Baca juga: Jokowi Tegaskan 3 Paket Obat untuk Warga Isoman Tak Boleh Diperjualbelikan
Kemudian, kasus aktif mengalami penambahan sebanyak 36.726 orang. Dengan itu, totalnya berjumlah 480.199 kasus. Adapun jumlah suspek Covid-19 kini sebanyak 209.186 kasus. Saat ini kasus Covid-19 telah tersebar di 510 Kabupaten atau Kota di 34 Provinsi.
Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia ini dipublikasikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/.
Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan tingginya kasus saat ini membuat Indonesia menjadi episentrum Covid-19 . Dia menilai bahwa hal ini sudah diprediksi sejak tahun lalu.
Sehingga baginya ini bukan suatu hal yang menganggetkan. “Ini bukan hal yang mengagetkan. Dan bukan hal yang tidak bisa diprediksi,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).
Dicky mengingatkan bahwa science tidak akan pernah bohong jika dilakukan analisis secara benar. Menurutnya, prediksi secara scientific harusnya menjadi landasan untuk melakukan mitigasi.
“Sekali lagi science itu tidak membohongi ketika dilakukan dengan analisa yang benar dan asumsi-asumsi yang kuat. Dan itu namanya proyeksi, mitigasi harusnya menjadi landasan penyusunan strategi mitigasi untuk mencegah supaya prediksi itu tidak terjadi. Itu dasar pemodelan atau proyeksi itu,” paparnya.
Dia pun menyayangkan kondisi Indonesia saat ini. Padahal berbagai prediksi tahun lalu soal potensi Indonesia sebagai episentrum Covid-19 harusnya menjadi pengingat agar jangan sampai terjadi. set, sin