Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026: Wabup Fahmi Promosikan UMKM Kabupaten Probolinggo

Wabup Probolinggo Fahmi AHZ hadir dalam opening ceremony Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 pada Rabu (17/6/2026) malam

BOJONEGORO (wartadigital.id) – Kabupaten Probolinggo turut ambil bagian dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 yang digelar di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro, Rabu hingga Sabtu (17-20/6/2026).

Kehadiran Kabupaten Probolinggo dalam ajang tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus memperluas jaringan promosi bagi pelaku UMKM dan industri kreatif.

Bacaan Lainnya

Festival tersebut menjadi etalase berbagai produk wastra nusantara, batik dan produk unggulan daerah dari sejumlah kabupaten dan kota. Selain sebagai ajang promosi budaya, kegiatan ini juga membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku usaha lokal.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ hadir langsung dalam opening ceremony Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 pada Rabu (17/6/2026) malam. Turut mendampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM., Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.

Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris (empat dari kanan) bersama Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak dalam pembukaan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

Di sela kegiatan tersebut, Wabup Fahmi tidak hanya mengikuti rangkaian pembukaan festival, tetapi juga mengamati berbagai program dan inovasi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif hingga pelayanan publik.

Beragam produk unggulan Kabupaten Probolinggo ditampilkan dalam stand tersebut, mulai dari produk olahan UMKM, komoditas pertanian berupa bawang merah hingga batik khas Kabupaten Probolinggo dengan motif yang mencerminkan identitas daerah.

Wabup Fahmi mengatakan setiap daerah memiliki inovasi dan strategi tersendiri dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Karena itu, pengalaman dan keberhasilan yang ditunjukkan daerah lain dapat menjadi referensi penting dalam mempercepat pembangunan di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan seperti ini memberi banyak pelajaran dari daerah yang berhasil mengembangkan ekonomi kreatif, UMKM dan pariwisata berbasis budaya. Pengalaman tersebut bisa menjadi inspirasi untuk memajukan Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris (empat dari kiri) berada di stan Kabupaten Probolinggo

Menurut Wabup Fahmi, semangat kolaborasi dan saling berbagi pengalaman antar daerah bisa terus diperkuat sehingga mampu mendorong peningkatan daya saing daerah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Semakin banyak kita belajar dan berkolaborasi, semakin besar peluang Kabupaten Probolinggo untuk berkembang dan bersaing. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengembangkan inovasi tersebut sesuai dengan potensi dan karakteristik daerah,” tambahnya.

Usai menghadiri pembukaan, Wabup Fahmi meninjau stand Dekranasda Kabupaten Probolinggo dan berdialog langsung dengan para pelaku UMKM. Ia juga memperkenalkan berbagai produk unggulan yang dipamerkan kepada para pengunjung festival.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris juga menyempatkan diri mengunjungi stand Dekranasda Kabupaten Probolinggo dan berdialog dengan para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam festival.

Ning Marisa menegaskan keikutsertaan Kabupaten Probolinggo dalam pameran Bojonegoro Wastra Batik Festival bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ berada di stan Dekranasda Kabupaten Probolinggo

“Alhamdulillah hari ini Kabupaten Probolinggo mengikuti pameran di Bojonegoro. Ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi bentuk dukungan kami dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama seluruh jajaran untuk terus mendorong kemajuan UMKM daerah,” ungkapnya.

Ning Marisa menjelaskan, sejumlah produk unggulan Kabupaten Probolinggo ditampilkan dalam pameran tersebut. Mulai dari kerajinan berbahan kulit kerang yang diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi hingga aneka makanan dan camilan khas daerah.

“Di stan Kabupaten Probolinggo terdapat berbagai produk unggulan, seperti kerajinan dari kulit kerang yang dikemas dan dibentuk menjadi produk kreatif, termasuk tempat sabun. Selain itu juga ada berbagai camilan khas yang menjadi kebanggaan daerah,” terangnya.

Lebih lanjut Ning Marisa mengajak masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk lebih mengenal, mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan ekonomi daerah.

“Jangan sampai kita tidak mengenal produk daerah sendiri. Kabupaten Probolinggo memiliki banyak produk unggulan, mulai dari batik, kerajinan hingga aneka makanan khas. Masyarakat harus bangga menggunakan dan mempromosikan produk-produk lokal kita,” tambahnya.

Partisipasi Kabupaten Probolinggo dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 menjadi salah satu strategi memperluas promosi produk unggulan daerah, membuka peluang pasar baru serta memperkuat kolaborasi antardaerah dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. pbo, oli

Pos terkait