
JAKARTA (wartadigital.id) – Sejumlah sebaran poster yang menggambarkan Partai Demokrat menjadi penggerak demo nasional penolakan perpanjangan PPKM merupakan bagian dari upaya mencari kambing hitam.
Demikian pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Irwan Fecho menanggapi maraknya sebaran poster yang isinya mendiskreditkan partainya.
Poster yang dimaksud berisi tulisan “Demokrat Bang***. Penggerak Demo. Jangan biarkan perusak bangsa menginjak bumi pertiwi”.
Dalam poster ini tertera gambar wajah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kepala Badan Pemenangan Pemilu Demokrat Andi Arief dan politisi Demokrat Rachland Nashidik.
Bagi Irwan Fecho, sebaran ini menandakan adanya kesadaran dari lingkaran penguasa bahwa mereka sedang berada di ujung tanduk lantaran gagal menangani pandemi Covid-19.
“Mereka meyadari bahwa sejatinya kekuasaan dalam genggaman sekarang di ujung tanduk keruntuhan. Di tengah kegagalan rezim tangani pandemi Covid-19 dan juga PEN,” ujarnya, Minggu (25/7/2021).
Atas dasar itu, mereka butuh kambing hitam untuk menutupi kegagalan yang dilakukan. Salah satunya adalah dengan mendiskreditkan Partai Demokrat. “Tidak ada pilihan, Demokrat harus jadi kambing hitam kegagalan mereka. Maka produksi hoaks menjadi pilihan seperti ini. Serentak dan dibiarkan,” tegasnya.
Wamendes Tuai Kecaman
Kecaman juga ramai disampaikan kader Partai Demokrat atas unggahan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi di akun Facebook-nya.
Poster yang diunggah Wamendes PDTT berisi sebuah gambar ilustrasi jari tangan berjudul “Pakai tangan adik-adik mahasiswa lagi untuk kepentingan syahwat berkuasanya”. Poster ini turut mencantumkan tanda pagar “Bongkar Biang Rusuh”.
Adapun dalam ilustrasi gambar terlihat ada kartun manusia yang berbeda-beda di setiap jari tangan. Jari jempol tertera tulisan DE, dengan gambar sosok seorang manusia mengenakan pakaian jas lengkap dengan dasi, tapi di bagian kepala berbentuk kursi.
Di jari telunjuk terdapat tulisan MO, dengan gambar orang berbuntut yang sedang menggenggam uang di tangan kanannya.
Jari tengah bertulis huruf K dan mengenakan baju biru, sedangkan jari manis bertulis huruf RA berpakaian merah. Kedua orang dalam jari ini terlihat sedang bertengkar.
Terkahir di jari kelingking terdapat huruf T, dengan penggambaran orang berbaju compang camping dengan raut muka sedih dan tampak seperti sedang meminta bantuan dengan cawan yang diacungkan ke depan.
Unggahan ini pun membuat Partai Demokrat, yang nama partai mereka terpampang dalam huruf-huruf di kelima jari tersebut geram.
Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution meminta Menko Politik, Hukum dan HAM, Mahfud MD untuk menanggapi apa yang dilakukan Wamendes. Di mana sebelumnya Mahfud menyindir ada kelompok yang tidak murni yang ingin memanfaatkan situasi Covid-19.
“Ini ada yang memanfaatkan situasi Covid. Nama Budi Arie Setiadi. Jabatan Wakil Menteri Desa. Ikut menyebar hoaks memperkeruh keadaan. Keluarga TNI/Polri dan mahasiswa ikut terdampak Covid. Wamen kok sempat-sempatnya menyebar hoaks? Dibayar siapa?” tutur Syahrial, Sabtu (24/7/2021).
Sementara itu, Wasekjen DPP Partai Demokrat yang juga Staf Pribadi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ossy Demawan menantang Wamendes Arie Budi untuk menjelaskan maksud di balik apa yang disampaikan tersebut.
“Kalau Wamendes memang laki tulen, coba yang bersangkutan jelaskan apa maksud dan motifnya menebar fitnah terhadap Partai Demokrat,” tuturnya, Minggu (25/7/2021). rmo