
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Zulkipli dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (2/6/2025).
SURABAYA (wartadigital.id) – Nilai impor Jawa Timur periode Januari-April 2025 naik 1,61 persen dibanding periode sama tahun lalu yaitu dari 9,53 miliar dolar AS menjadi 9,68 miliar dolar AS.
“Peningkatan nilai impor ini dipicu oleh meningkatnya kinerja impor sektor nonmigas yang naik sebesar 10,33 persen dari 7,21 miliar dolar AS menjadi 7,96 miliar dolar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Zulkipli dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (2/6/2025).
Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar Januari-April 2025, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah perhiasan/permata meningkat 530,78 juta dolar AS atau naik mencapai 337,22 persen (year-on-year/yoy).
Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah serealia yakni turun mencapai 439,52 juta dolar AS atau turun 53,05 persen dibandingkan periode sama 2024. Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong selama Januari-April 2025 mencapai 7,92 miliar dolar AS atau naik 1,94 persen dibanding periode sama 2024.
Untuk impor barang modal mencapai 723,42 juta dolar AS atau naik 14,16 persen dan impor bahan konsumsi mencapai 1,04 miliar dolar AS atau turun 7,64 persen dan dibandingkan periode sama 2024.
Di sisi lain, impor migas mengalami penurunan sebesar 25,56 persen dari 2,31 miliar dolar AS menjadi 1,72 miliar dolar AS yang disebabkan oleh menurunnya impor minyak mentah sebesar 34,23 persen menjadi 203,47 juta dolar AS.
Impor migas Jatim hingga April juga turun karena dipicu oleh impor hasil minyak turun 29,97 persen menjadi 1,13 miliar dolar AS dan impor gas yang turun 0,40 persen menjadi 388,47 juta dolar AS.
Sementara itu apabila dilihat menurut negara asal barang impor nonmigas, Tiongkok masih mencatatkan dirinya sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur dan yang terbesar selama Januari-April 2025 dengan peranan sebesar 33 persen. Disusul berikutnya dari Amerika Serikat dan Thailand yang memberikan kontribusi pada impor nonmigas masing-masing sebesar 5,46 persen dan 4,88 persen.
Nilai impor nonmigas dari Tiongkok sepanjang Januari-April 2025 mencapai 2,63 miliar dolar AS, diikuti Amerika Serikat sebesar 434,33 juta dolar AS, dan dan Thailand sebesar 388,27 juta dolar AS.
Di kawasan ASEAN selama periode Januari-April 2025, Thailand menjadi negara utama asal impor nonmigas dengan nilai 388,27 juta dolar AS atau sebesar 4,88 persen dari total impor nonmigas dan diikuti Singapura dengan nilai 270,04 juta dolar AS dengan peranan sebesar 3,39 persen. ike





