
Dokumentasi wisatawan menikmati keindahan Gunung Bromo.
SURABAYA (wartadigital.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sebanyak 21.068 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Provinsi Jawa Timur pada Maret 2026 melalui Bandara Juanda atau turun 11,39 persen dibandingkan Februari yang sebanyak 23.775 kunjungan.
“Diharapkan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur pada bulan-bulan berikutnya mengalami peningkatan,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur Debora Sulistya Rini, Selasa (5/5/2026).
Jumlah kunjungan wisman terbesar merupakan warga negara berkebangsaan Malaysia sebanyak 4.814 kunjungan dengan kontribusi sebesar 22,85 persen terhadap total wisman yang masuk melalui pintu Juanda.
Kunjungan dari warga negara berkebangsaan Malaysia mengalami peningkatan terbesar dibandingkan Februari 2026 yaitu sebesar 47,49 persen atau meningkat sebanyak 1.550 kunjungan.
Sementara untuk perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dari Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat sebanyak 19,36 juta perjalanan yang naik 24,70 persen dibandingkan Februari 2026 dengan Surabaya menjadi daerah asal perjalanan wisata tertinggi yaitu mencapai 3,44 juta perjalanan atau 17,75 persen dari total perjalanan wisnus dari Jawa Timur.
Kemudian perjalanan wisnus dengan tujuan Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat sebesar 20,78 juta perjalanan atau naik 28,82 persen dibandingkan Februari 2026 dengan Surabaya menjadi daerah tujuan perjalanan wisata tertinggi yaitu mencapai 1,94 juta perjalanan atau sekitar 9,33 persen dari total perjalanan wisnus tujuan Jawa timur.
Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat 43,42 persen atau naik 0,36 poin dibanding Februari 2026 yang tercatat 43,06 persen dipengaruhi oleh peningkatan TPK yang terjadi pada sebagian besar kelas hotel bintang. Peningkatan dari kelas hotel bintang secara berturut-turut, yaitu bintang 1 sebesar 1,18, bintang 2 sebesar 1,02, bintang 4 sebesar 0,48 dan bintang 5 sebesar 2,27.
Terdapat tiga kabupaten/kota dengan TPK hotel bintang tertinggi yaitu Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik dan Kota Madiun masing-masing sebesar 59,06 persen, 58,49 persen, serta 55,87 persen.
Debora mengatakan TPK hotel yang tinggi di suatu kabupaten/kota dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain letak strategis hotel yang dekat dengan pusat bisnis, destinasi wisata, atau fasilitas transportasi seperti bandara dan stasiun.
Selain itu, adanya kegiatan berskala besar, seperti konferensi, festival, atau musim liburan turut meningkatkan permintaan kamar. Faktor lain yang berperan adalah promosi efektif melalui media digital dan kerja sama dengan agen perjalanan atau aplikasi pemesanan online. nti





