Gaji Anggota DPR Tembus Rp 3 Juta per Hari, Warganet Bandingkan dengan Nasib Guru Honorer

Istimewa
Suasana rapat kerja (raker) bersama Komisi I DPR di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Kamis (13/2/2025).

JAKARTA (wartadigital.id) –  Gaji anggota DPR RI periode 2024-2049 bisa tembus Rp 3 juta per hari. Sebuah nilai yang fantastis di tengah ekonomi sulit yang dihadapi rakyat.

Lantas, kenapa bisa anggota DPR tersebut bisa mendapat gaji Rp 3 juta per hari? Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin punya jawabannya.

Bacaan Lainnya

Hasanuddin menjelaskan, anggota DPR mendapat tambahan gaji Rp 50 juta. Hal ini karena mereka tak lagi difasilitasi rumah dinas. Dana yang merupakan pengganti dari fasilitas rumah dinas, secara langsung melambungkan total pendapatan bersih setiap wakil rakyat Indonesia ini.

“Kan, tidak dapat rumah. Dapat rumah itu tambah Rp 50 juta. Jadi take home pay itu lebih dari Rp 100 juta, so what gitu loh,” kata Hasanuddin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip, Jumat (15/8/2025).

Dari capaian Rp 100 juta inilah, Hasanuddin membuat perhitungan sederhana. Dengan pendapatan sebesar itu, ia mengestimasikan setiap anggota dewan bisa menerima sekitar Rp 3 juta per hari.

“Bayangkan saja kalau dibagi Rp 3 juta, bayangkan kalau dengan, mohon maaf ya, dengan wartawan sehari berapa ya? Iya. Saya sudah bersyukur, buat saya bersyukur sekali. Terus disebut, wah buka rahasia, ya enggak lah, uang kalian juga itu,” ucap politisi 72 tahun itu.

Pernyataan ini sontak menyulut reaksi keras dari warganet. Perbandingan antara pendapatan legislator dengan profesi lain, terutama guru honorer, menjadi simbol ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.

Seorang warganet dengan sinis mengomentari kelayakan para wakil rakyat tersebut.

“Belum dihina pun sudah hina,” tulis akun @cli****.

Komentar lain yang lebih menyentuh datang dari seorang yang mengaku sebagai guru honorer. Ia membandingkan penghasilan hariannya dengan pendapatan anggota dewan. “Rp 3 juta per hari buat DPR. Guru honorer modelan aku bisa dapat Rp 3 juta itu harus ngajar 3-4 bulan dulu. (itu juga kalau gak kepotong izin). Hehe mau dibilang miris, ya, nasib karena memang jadi guru pilihan sendiri,” curhat akun @ceri****.

Kegeraman publik juga diwarnai dengan pertanyaan mendasar mengenai kinerja para anggota dewan yang dianggap tidak sepadan dengan gaji yang mereka terima.

“Gajiku sebulan engga sampe segitu, ini perhari. Mereka kerjanya ngapain si sampai pantes dikasih segitu perhari?” timpal akun @her****. sua, ins

Pos terkait