
SURABAYA (wartadigital.id) – Momen perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 RI juga dirayakan PrimeBiz Hotel Surabaya dengan menggelar Lomba ManganCuk 2025, lomba makan Nasi Goreng Jancuk yang selalu dinanti masyarakat Surabaya dan sekitarnya, Senin (18/8/2025).
Acara berlangsung meriah sejak pukul 09.00 di Plaza Biz Conference PrimeBiz Hotel Surabaya dan berhasil menghadirkan semangat kebersamaan, penuh tantangan dan tawa yang luar biasa.
Sebanyak 15 kelompok yang masing-masing terdiri dari 4 orang bertarung dengan penuh antusiasme dan kekompakan untuk menjadi yang tercepat menghabiskan nasi goreng Jancuk hingga tak bersisa dalam waktu 15 menit. Nasi Goreng Jancuk yang terkenal dengan cita rasa pedas ekstremnya serta porsinya yang besar menjadi ujian tersendiri bagi peserta, yang tak hanya harus cepat tapi juga tahan dengan sensasi pedas membakar lidah.

Selama acara berlangsung, para peserta diiringi oleh lagu “Nasi Goreng Jancuk” yang dibuat secara khusus menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan masalah terkait isu royalti yang belakangan tengah ramai diperbincangkan, sekaligus menambahkan sentuhan modern dan kreatif dalam keseluruhan rangkaian acara.
Arya, salah satu peserta mengatakan cita rasa Nasi Goreng Jancuk dari PrimeBiz Hotel Surabaya super pedas. “Saya penggemar pedas, makan nasi goreng ini gak tahan pedasnya. Beruntung perut tak mules,” katanya usai mengikuti lomba.

Hal yang sama juga diungkap Arsanti, peserta lainnya. “Kalau saya pedasnya tak masalah karena kebetulan saya suka makanan pedas. Cuma porsi nasi gorengnya itu jumbo, tak bisa menghabiskan apalagi satu tim saya cewek semua,” katanya.
Dalam lomba ini, panitia menentukan 2 tim pemenang. Dua tim tercatat mampu menghabiskan nasi goreng dalam waktu 8 dan 10 menit, dari 15 menit yang diberikan. Mereka mendapat hadiah uang tunai total Rp 4 juta. Sementara tim yang lain, terengah-engah untuk menghabiskan. Wajah mereka rata-rata memerah menahan pedas, mata sembab hingga hidung meler. Banyak tim tak bisa menghabiskan nasi goreng hingga batas waktu berakhir.
Keselamatan peserta menjadi prioritas utama. Oleh sebab itu, tim dokter dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu Surabaya siaga selama acara berlangsung untuk mengantisipasi kebutuhan medis terkait tingkat kepedasan yang tinggi.

Setelah lomba selesai, peserta menyaksikan demo memasak Nasi Goreng Jancuk yang dibawakan oleh Chef Akhsan, yang memperlihatkan proses kreasi dan menjelaskan hidangan legendaris ini. “Nasi Goreng Jancuk yang dimakan setiap tim tadi beratnya 1,2 kg dengan ½ kg cabai. Meski cita rasanya ekstra pedas, nasi goreng ini punya penikmat tersendiri,” katanya.
General Manager PrimeBiz Hotel Surabaya Yusak Anshori mengatakan lomba ManganCuk ini menjadi bukti bahwa tradisi yang menggabungkan budaya, kuliner, dan sportivitas dapat menjadi media pemersatu masyarakat. Di samping itu, dengan lomba ini kita dapat menjaga kearifan lokal yang sudah mulai tergerus dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. “Gen Z biar tahu, nasi goreng adalah kuliner jadul yang memiliki kearifan dan kekayaan lokal luar biasa. Harus dijaga di tengah banyaknya serbuan kuliner asing masuk Indonesia,” katanya.
Dengan suksesnya gelaran ini, PrimeBiz Hotel Surabaya semakin menegaskan posisinya sebagai penggerak promosi kuliner khas Surabaya sekaligus wadah mempererat tali persaudaraan.
Selain lomba, panitia membagikan doorprize menarik berupa voucher menginap dari jaringan Prime Plaza Hotel and Resorts Group yang memberikan kejutan dan kebahagiaan bagi peserta yang beruntung. hdi, rya, sis