Sinergi OJK Bantu Misi Dagang Pemprov Jatim Mampu Raih Rp 1 Triliun

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari (dua dari kiri) pada acara Media Gathering OJK Jatim di Madiun, Jumat (17/10/2025)

MADIUN (wartadigital.id) – Sinergi dan kolaborasi yang sungguh-sungguh akan melahirkan out put positif. Seperti sinergi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur yang sukses membantu misi dagang dan investasi yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim di berbagai daerah.

Dikonfirmasi hal itu, Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari, mengungkapkan, dalam tiga bulan terakhir capaian transaksi kerja sama yang dihasilkan dalam Misi Dagang telah menembus lebih dari Rp 1 triliun.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, sejak awal OJK selalu membersamai kegiatan Misi Dagang yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. “Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, capaian transaksi kerja sama yang dihasilkan telah menembus lebih dari satu triliun rupiah,” ujar Yunita di sela menghadiri Media Gathering OJK Jatim di Madiun, Jumat (17/10/2025).

Menurut Yunita, kegiatan misi dagang bukan hanya seremoni penandatanganan kerja sama, namun hasil dari proses bisnis yang panjang. Mulai dari penjajakan, business matching, hingga penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Dikatakan, hal itu juga sejalan dengan amanat baru dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), di mana OJK kini memiliki peran untuk mendorong pemberdayaan ekonomi daerah.

Kecuali itu, Yunita menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK dan media massa dalam memerkuat literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur. Menurutnya, OJK tidak bisa bekerja sendiri untuk mengedukasi masyarakat tentang sektor keuangan tanpa dukungan media.

“Kita ini berada dalam satu ekosistem. Semua pekerjaan dan tugas tidak bisa dikerjakan sendiri. Kita butuh orang lain, dan orang lain pun butuh kita,” ungkap Yunita, yang beberapa saat lalu menerima penghargaan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Yunita menilai, media berperan strategis dalam menyampaikan berbagai kebijakan, pengaturan, dan inovasi yang dilakukan OJK kepada publik secara luas dan mudah dipahami.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan koordinasi teman-teman media selama ini. Semua kegiatan edukasi dan sosialisasi OJK tidak akan sampai ke masyarakat tanpa dukungan media,” katanya.

Ia melanjutkan, kegiatan media gathering bertema “Memperkuat Kemitraan dengan Insan Media untuk Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Jawa Timur” itu menjadi wujud apresiasi kepada insan media sekaligus momentum memererat sinergi.

“Kami tahu betul keterbatasan yang ada, baik dari sisi waktu maupun anggaran. Tapi, kami ingin hubungan dengan media ini terus berlanjut, karena tanpa komunikasi dan kerja sama, pesan-pesan OJK tidak akan tersampaikan dengan baik,” tuturnya.

Selain itu, OJK juga membuka ruang dialog lebih luas dengan media. “Yang penting, semua dilakukan dengan tanggung jawab dan dengan tujuan yang positif. Dialog itu mungkin tidak harus saat ini, tetapi kapan pun, termasuk di kantor OJK Jatim, kami siap,” ujarnya. edt

Pos terkait