
SURABAYA (wartadigital.id) – Kondisi keamanan informasi dalam ruang siber saat ini penuh dengan ancaman yang kian kompleks. Gambaran situasi kerawanan ruang digital tersebut dipaparkan oleh Ketua Tim Kerja Layanan Monev dan Audit Persandian untuk Pengamanan Informasi Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur (Kominfo Jatim), Aulia Bahar Pernama, dalam webinar yang diadakan oleh Dinas Kominfo Kota Surabaya.
Pelaksanaan webinar bertajuk ‘Manajemen Keamanan Informasi dalam Pengelolaan Sistem Informasi’ secara daring melalui platform Zoom, Selasa (25/11/2025).
Dalam paparannya berjudul “Manajemen Keamanan Informasi dalam Pengelolaan Sistem Elektronik Pemkot Surabaya”, Aulia menyoroti kondisi keamanan siber daerah, potensi ancaman, serta strategi penguatan sistem elektronik pemerintahan.
Dia mengungkapkan, penetrasi internet nasional maupun daerah terus meningkat, dan berdampak langsung pada tingginya intensitas serangan siber.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Aulia menyebut, di tahun 2025 sebanyak 80,66 persen penduduk Indonesia dan 82,19 persen penduduk Jawa Timur telah terhubung internet.
“Semakin besar konektivitas, semakin besar pula risiko serangan. Karena itu, keamanan informasi bukan lagi opsi, tetapi keharusan,” jelas Aulia.
Dalam data yang dihimpun Dinas Kominfo Jatim Aulia memaparkan, rekap serangan sepanjang 2025 temuan pentingnya antara lain, terjadi dua insiden signifikan di Data Center Jatim sepanjang Maret–September, dan serangan ke jaringan internal paling tinggi terjadi pada bulan Maret.
“Serangan malware terbanyak terjadi pada bulan Juni, dalam domain jatimprov.go.id mencatat 27 insiden hingga Oktober 2025,” kata Aulia.
Jenis insiden tertinggi adalah deface/judi online (62,9 persen) disusul sensitive data exposure, illegal access, dan DDoS attack.
Aulia menegaskan, manusia tetap menjadi titik paling lemah, terutama akibat penggunaan kata sandi yang sama dalam akun digital yang dimiliki setiap orang.
“Selain itu, akses jaringan publik untuk membuka data sensitif, hingga penyimpanan dokumen penting tanpa pengamanan, juga menjadi penyebab penyerangan,” kata dia.
Peran Kominfo Jatim
Sebagai perangkat daerah di lingkup Pemprov Jatim Dinas Kominfo memiliki peran dalam mengelola Data Center, aplikasi, dan ruang siber dan memastikan ketersediaan layanan khususnya perlindungan data untuk tata kelola keamanan informasi.
“Prinsip keamanan informasi yang ditekankan mencakup, Confidentiality, Integrity, Availability, Accountabilit, dan Non-repudiation,” ujarnya.
Ia turut memaparkan landasan regulasi yang telah diterapkan Pemprov Jatim, mulai dari Pergub tentang Manajemen Keamanan Informasi SPBE hingga pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber.
“Kominfo Jatim telah melakukan berbagai upaya strategis dalam penguatan keamanan siber, antara lain, Audit internal ISO 27001:2022 dan Indeks KAMI 5.0, Sosialisasi dan bimtek keamanan informasi, serta kolaborasi dengan BSSN, akademisi, maupun swasta,” kata dia.
Program unggulan seperti, Beruang Siber (Bedah Ruang Siber), Jaguar Siber untuk patroli konten website, Simpelsign untuk pengajuan tanda tangan elektronik, serta Patroli Siber dan Cyber Threat Intelligence Sharing untuk deteksi dini, dikatakan Aulia, masih menjadi implementasi yang terus dijalankan Dinas Kominfo Jatim.
“Kolaborasi adalah kunci. Ancaman siber tidak bisa ditangani sendirian. Pemda, pusat, swasta, hingga masyarakat harus bergerak bersama dalam menjaga keamanan di ruang digital,” kata Aulia.
Di akhir sesi, Aulia menyampaikan bahwa tantangan penerapan keamanan informasi saat ini meliputi keterbatasan SDM, perubahan budaya kerja digital, dan kebutuhan efisiensi anggaran.
“Namun, solusi telah disiapkan melalui, pelatihan dan sertifikasi SDM, optimalisasi anggaran berbasis prioritas aset keamanan, penguatan SOP, pendampingan BSSN, serta edukasi berkelanjutan bagi ASN,” tutur dia.
Melalui webinar ini, diharapkan Pemkot Surabaya melalui Dinas Kominfo ke depan semakin siap menghadapi ancaman siber dan mampu memperkuat tata kelola keamanan informasi demi menjaga layanan publik yang andal dan aman. sba, kmf





