
MAGETAN (wartadigital.id) – Bupati Magetan, Nanik Sumantri menegaskan, upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi membutuhkan sinergi dan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Workshop Kesehatan Ibu Hamil dalam rangka Gerakan Ibu Hamil Sehat di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Selasa (19/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Pemerintah Desa Temboro, tenaga kesehatan, kader pendamping ibu hamil, Tim Penggerak PKK, hingga seluruh pihak yang selama ini terus bergerak bersama mendampingi ibu hamil, bahkan tanpa mengenal waktu.
Menurutnya, kehadiran kader Jekmil dan Mayangsari menjadi kekuatan luar biasa karena mampu melakukan deteksi dini risiko kehamilan dan mendampingi proses rujukan hingga ke fasilitas kesehatan.
“Ini adalah bentuk kepedulian nyata yang patut kita syukuri bersama sebagai modal besar dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Magetan juga terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di Desa Temboro melalui perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan, layanan USG rutin oleh dokter spesialis kandungan, hingga pelayanan persalinan dan rawat inap perempuan selama 24 jam.
Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa angka ibu hamil risiko tinggi di Temboro masih mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat memperkuat komitmen Gerakan “Si Jamil” atau Awas dan Jaga Ibu Hamil, agar setiap ibu hamil mendapatkan perhatian, pendampingan, dan pelayanan kesehatan yang optimal.
“Gerakan Ibu Hamil Sehat bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama. Kami himbau ibu hamil harus rutin memeriksakan kehamilan paling sedikit 6x pemeriksaan dan USG 2x, di posyandu desa, di PUSTU maupun sarana prasarana kesehatan di Magetan,” kata dia.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Magetan, Ketua TP PKK Magetan, Kepala OPD terkait, narasumber, dan undangan lainnya. age





