Kebakaran Apartemen Hong Kong, Alarm Tak Berbunyi

Tampak seorang warga menjerit saat apartemen Wang Fuk Court terbakar, Rabu (26/11/2025)

HONG KONG (wartadigital.id) – Warga Wang Fuk Court, kompleks apartemen di distrik Tai Po, mengungkapkan bahwa alarm kebakaran tidak terdengar saat insiden kebakaran dahsyat terjadi. Situasi itu membuat para penghuni harus saling mengingatkan satu sama lain untuk menyelamatkan diri.

“Api menyebar begitu cepat. Saya melihat satu selang mencoba menyelamatkan beberapa bangunan, dan saya merasa apinya terlalu lambat,” ujar seorang warga bermarga Suen kepada AFP, Kamis (27/11/2025).

Bacaan Lainnya

Karena alarm tidak berbunyi, Suen mengatakan kepanikan seketika terjadi sehingga para penghuni terpaksa membangunkan tetangga secara manual. “Membunyikan bel pintu, mengetuk pintu, memberi tahu tetangga, menyuruh mereka pergi, begitulah situasinya,” katanya.

Pemerintah Hong Kong menyatakan saat ini penanganan darurat masih berlangsung. Penyelidikan menyeluruh juga sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Seperti diketahui, kebakaran ini disebut sebagai salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di kota tersebut. Adapun jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran besar yang melanda kompleks apartemen di Hong Kong terus bertambah.

Hingga Kamis (27/11/2025) pukul 22.00 waktu setempat, otoritas mencatat sedikitnya ada 75 orang korban meninggal dunia. “Insiden kebakaran tersebut telah menewaskan 75 orang,” ujar seorang juru bicara pemerintah Hong Kong, seperti dilaporkan AFP, Kamis (27/11/2025).

Kemudian, 76 orang dilaporkan masih menjalani perawatan. Termasuk 11 petugas pemadam kebakaran yang terluka saat berusaha mengendalikan api.

Kebakaran yang berlangsung dahsyat itu terjadi di kompleks yang terdiri dari delapan bangunan apartemen dengan total 2.000 unit. Hingga lebih dari 24 jam setelah kebakaran mulai, api masih terlihat menyala pada delapan bangunan tersebut.

Sementara petugas terus menyemprotkan air ke bagian luar gedung yang tampak menghitam. Empat dari delapan blok apartemen dilaporkan sudah berhasil dipadamkan, sementara api di tiga blok lainnya berhasil dikendalikan dan satu bangunan tidak terdampak.

Pihak berwenang telah memulai penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Fokus penyelidikan mencakup perancah bambu dan jaring plastik yang menyelimuti bangunan sebagai bagian dari proyek renovasi seluruh kompleks.

Badan antikorupsi Hong Kong juga meluncurkan penyelidikan terkait pekerjaan renovasi tersebut. Langkah ini diambil beberapa jam setelah polisi menangkap tiga pria yang diduga lalai karena meninggalkan kemasan busa di lokasi. rai, man

Pos terkait