
WASHINGTON (wartadigital.id) – Sebuah laporan yang diterbitkan United States Congressional Research Service mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) mengalami kerugian besar selama perang melawan Iran.
Dalam laporan tersebut disebutkan sebanyak 42 pesawat Amerika hancur atau mengalami kerusakan selama konflik berlangsung.
Kerugian itu mencakup jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar di udara, drone hingga helikopter penyelamat tempur. Menurut laporan tersebut, empat jet tempur F-15E Strike Eagle dilaporkan hancur.
Selain itu, satu pesawat tempur siluman F-35A mengalami kerusakan akibat tembakan darat Iran. Kerugian lain juga tercatat pada armada pesawat serang dan pendukung militer AS. Satu pesawat serang A-10 dilaporkan hancur. Selain itu, tujuh pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker terdampak, mengutip Al Mayadeen, Rabu (20/5/2026).
Terdiri dari dua unit hancur dan lima lainnya mengalami kerusakan. Laporan itu juga menyebut satu pesawat pengintai E-3 Sentry AWACS mengalami kerusakan selama konfrontasi berlangsung.
Kerugian terbesar dialami armada drone AS. Sebanyak 24 drone MQ-9 Reaper dilaporkan hancur, menjadikannya lebih dari setengah total kerugian pesawat yang tercatat dalam perang tersebut.
Selain MQ-9 Reaper, laporan itu juga mengonfirmasi hancurnya satu drone MQ-4C Triton serta dua pesawat operasi khusus MC-130J. Sementara itu, satu helikopter penyelamat tempur HH-60W dilaporkan mengalami kerusakan akibat tembakan senjata ringan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut menanggapi laporan tersebut melalui unggahan di platform X. Araghchi menyebut, Kongres AS kini mengakui hilangnya “puluhan pesawat senilai miliaran” setelah perang terhadap Iran dimulai. “Angkatan Bersenjata kami yang kuat dikonfirmasi sebagai yang pertama untuk menjatuhkan F-35,” tulis Araghchi.
Ia juga menegaskan, Iran telah memperoleh banyak pelajaran dari konflik tersebut. “Dengan pelajaran dan pengetahuan yang kami peroleh, kembali ke perang akan menampilkan lebih banyak kejutan,” tambahnya. gel, ins





