
NGANJUK (wartadigital.id) –
Arak-arakan gunungan dan tumpengan menjadi bagian acara bersih desa di Desa Balongasem, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk.
Hal itu menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal masih terjaga erat di tengah arus modernisasi.
Semangat gotong royong warga Desa Balongasem, terpancar kuat dalam perayaan bersih desa yang digelar di sana, Selasa (26/5/2026) lalu.
Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai usia telah berkumpul dengan mengenakan pakaian adat tradisional. Mereka bersiap mengawal jalannya prosesi yang menjadi agenda tahunan paling dinanti oleh masyarakat setempat.
Arak-arakan dimulai dari pelataran Balai Desa Balongasem menuju punden, tempat yang dikeramatkan sebagai simbol penghormatan kepada para leluhur pembuka desa. Sepanjang rute, warga mengarak sejumlah gunungan besar yang disusun rapi dari berbagai hasil bumi, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, hingga hasil palawija.

Kegiatan yang dihidupkan secara swadaya ini bukan sekadar ritual seremonial belaka. Bagi warga Balongasem, arak-arakan hasil bumi ini merupakan wujud syukur kolektif atas melimpahnya rezeki dan berkah panen.
Lebih dari itu, gunungan ini menjadi simbol kuatnya ketahanan pangan desa yang berhasil dikelola berkat kekompakan dan kerja keras masyarakat.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang hadir dalam acara tersebut, ikut membaur tanpa sekat dalam prosesi slametan bersama warga. Kehadiran orang nomor dua di Nganjuk ini menambah kekhidmatan dan antusiasme masyarakat yang berebut berkah dari doa bersama.
Dalam sambutannya, Mas Handy sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kemandirian warga Desa Balongasem.

Menurutnya, kemampuan warga dalam menyelenggarakan acara sebesar ini secara swadaya menunjukkan, nilai-nilai luhur Pancasila masih hidup subur di tingkat desa. Ia menilai tradisi berbagi ini memiliki filosofi yang jauh lebih dalam dari sekadar tontonan budaya.
“Guyub rukun dan semangat persatuan warga Balongasem dalam merawat budaya seperti ini adalah modal sosial terbesar kita untuk bersinergi memajukan desa di era modern,” kata Mas Handy di hadapan para tokoh masyarakat dan warga.
Mas Handy juga menambahkan, tantangan pembangunan desa ke depan tidaklah mudah. Namun, dengan modal sosial berupa kekompakan, kegotongroyongan, dan rasa kepemilikan yang tinggi terhadap desa, ia optimistis Desa Balongasem mampu berkembang menjadi desa yang lebih maju dan mandiri.
Acara Bersih Desa Balongasem ini diakhiri dengan prosesi doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh adat, dilanjutkan dengan tradisi “rebutan” atau pembagian gunungan hasil bumi kepada warga. Kemeriahan dan ketertiban warga dalam berebut berkah tersebut mengunci esensi sejati dari bersih desa: kebersamaan, berkah merata, dan keharmonisan sosial yang terus terjaga. juk




