HUT ke-184 Desa Ngabab-Malang: Dari Tradisi Pecah Cikal hingga Inisiasi Sentra Kopi Arabika

Wakil Bupati Malang Dra Hj Lathifah Shohib, membuka upacara adat “Pecah Cikal” dan pawai budaya, wdi Balai Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Senin (1/6/2026)

MALANG (wartadigital.id) – Desa Ngabab, merayakan hari jadinya yang ke-184 dengan penuh khidmat dan kemeriahan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Malang Dra Hj Lathifah Shohib, mewakili Bupati Malang Drs HM Sanusi, MM, untuk membuka secara resmi upacara adat “Pecah Cikal” dan pawai budaya, yang dipusatkan di Balai Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Senin (1/6/2026) pagi.

Hadir pada kesempatan yang sama anggota DPRD Kabupaten Malang, jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, camat dan Muspika Pujon, Kepala Desa Ngabab, Ketua Panitia HUT ke-184 Desa Ngabab, Pimpinan Kopsae Pujon, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Bacaan Lainnya

Acara yang bertepatan dengan hari lahir Pancasila yakni pada 1 Juni 2026 ini, menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan kebangsaan dan semangat gotong royong warga desa. Dalam laporannya, ketua panitia penyelenggara menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini mengusung tema “Harmoni Nyawiji Hanggayuh Kapti”, yang berarti keselarasan untuk bersatu dan rukun demi mencapai kejayaan serta kesejahteraan bersama.

“Saya sangat mengapresiasi atas usia desa yang telah mencapai 184 tahun, yang dipandang sebagai bukti perjalanan panjang masyarakat dalam membangun desa yang harmonis dan berbudaya. Saya menekankan, tradisi pecah cikal bukan sekadar seremonial, melainkan warisan luhur yang mengandung nilai filosofis tentang syukur, doa, dan keselamatan bagi masyarakat,” ujar Wabup Malang.

Perayaan ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah (umara), dan seluruh lapisan masyarakat. Menariknya, disebutkan bahwa hampir 100% warga Desa Ngabab merupakan pemeluk agama Islam dan 99,9% berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, baik secara kultural maupun struktural.

Wabup Malang juga mengingatkan pentingnya sikap “guyub” (gotong royong) dan ketaatan kepada pemimpin selama berada di jalur syariat. Menurutnya, kebesaran agama Islam itu karena berjamaah, karena guyub, dan kekuatannya ada pada seorang pemimpin.

HUT ke-184 Desa Ngabab antara lain diwarnai tradisi Pecah Cikal hingga inisiasi sentra kopi Arabika

Selain pelestarian budaya, peringatan HUT ini juga menjadi momentum pembahasan ekonomi desa. Berdasarkan diskusi dengan Ketua Panitia, Pemerintah Kabupaten Malang berencana menghidupkan kembali potensi kopi Arabika dan kakao di wilayah tersebut.

“Desa Ngabab bisa dijadikan salah satu pilot project untuk menghidupkan kembali kopi dan kakao di Kabupaten Malang,” ujar Wakil Bupati.

Seluruh rangkaian kegiatan seni dan budaya ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, terhitung sejak pembukaan pada 1 Juni hingga penutupan pada 8 Juni 2026. Pihak Pemerintah Kabupaten Malang berharap kegiatan ini dapat mendorong sektor pariwisata daerah dengan menawarkan pengalaman otentik budaya lokal bagi para wisatawan. mar

Pos terkait