Mahasiswa Geruduk Grahadi, Bakar Poster Prabowo dan Sampaikan Sejumlah Tuntutan

Istimewa
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/6/2026).

SURABAYA (wartadigital.id) – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/6/2026). Massa menuntut pemerintah pusat untuk segera menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai rawan penyelewengan. Sejumlah tuntutan juga mereka suarakan.

Aksi ini dimulai dengan melakukan long march atau berjalan kaki bersama dari kawasan Jalan Pemuda menuju Jalan Gubernur Suryo, setelah sebelumnya berkumpul di Kebun Binatang Surabaya (KBS) Sepanjang rute, para mahasiswa menggunakan almamater kampus masing-masing terus meneriakkan yel-yel perjuangan dan memprotes arah kebijakan ekonomi saat ini.

Bacaan Lainnya

Massa yang turun ke jalan dari berbagai kampus di Surabaya, mulai dari Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWLS), Telkom Universitas, Universitas Bhayangkara (Ubhara), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Secara bergantian, para perwakilan elemen mahasiswa naik ke atas mobil komando untuk menyampaikan orasinya. Mereka menuntut pemerintah segera melakukan perbaikan di sektor ekonomi demi meringankan beban hidup rakyat.

Massa juga mendesak adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan agar lebih tepat sasaran.  “Kami turun ke jalan untuk menuntut perbaikan kondisi ekonomi yang hari ini semakin mencekik masyarakat,” kata Ketua BEM Unair, Rizki Senja, Rabu (17/6/2026)

Sementara kepadatan lalu lintas sempat terjadi di sekitar percabangan Jalan Darmo dan Diponegoro. Banyak pengguna jalan yang menuju Jalan Diponegoro sempat terhenti.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi membantu mengarahkan pengguna jalan untuk menggunakan lajur sebelah kanan. Beberapa bendera dari masing-masing BEM kampus juga turut dikibarkan saat mulai bergerak menuju lokasi.

Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi Ibnu Dahlan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. “Mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat semakin terhimpit oleh berbagai persoalan ekonomi, demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia. Aksi ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada kepentingan rakyat serta upaya menjaga cita-cita reformasi agar tidak terus mengalami kemunduran,” tegas Nasrawi.

Ia menegaskan bahwa aksi ini akan menjadi momentum konsolidasi gerakan mahasiswa untuk mengingatkan pemerintah agar lebih berpihak kepada rakyat dan menjalankan pemerintahan secara transparan, demokratis, serta berkeadilan sosial.

Ia juga mengimbau seluruh massa aksi untuk tetap menjaga ketertiban, solidaritas, dan fokus pada substansi tuntutan. “Peserta aksi diharap untuk tetap waspada terhadap segala bentuk provokasi, penyusupan, maupun upaya yang dapat mencederai perjuangan mahasiswa,” ucapnya.

Massa aksi mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, membakar tumpukan sampah dan poster bergambar Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, massa juga membakar poster bergambar Dadan Hindayana, eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Tumpukan sampah diletakkan di tengah jalan. Tak lama kemudian, massa membakar sampah tersebut bersama poster bergambar Prabowo sekitar pukul 16.05 WIB. Massa juga sempat menaburkan bunga di atas tumpukan sampah yang dibakar bersamaan dengan poster Presiden Prabowo “Hidup mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Buruh! Hidup Perempuan yang Melawan! Hari ini rakyat menang!” teriak massa aksi sesaat setelah api membakar tumpukan sampah dan poster.

Massa aksi juga menyanyikan lagu Indonesia Pusaka hingga Buruh Tani. Aksi simbolik itu diiringi sorak peserta demonstrasi. Ribuan mahasiswa berbagai kampus mulai meninggalkan Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka membubarkan diri setelah menyerukan sejumlah tuntutan. rya, pri

Poin-poin tuntutan aksi mahasiswa

  • Menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM demi menstabilkan harga bahan pokok dan meringankan beban ekonomi rakyat kecil yang kian terhimpit.
  • Mendesak pemerintah mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang kian merosot, serta menuntut pencopotan menteri atau pejabat inkompeten yang terbukti gagal menjadi pengelola negara.
  • Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk memiskinkan para koruptor. Kami juga menolak keras bangkitnya militerisme dan dwifungsi aparat yang mengancam supremasi sipil, serta menuntut pencabutan UU TNI dan UU POLRI karena berpotensi membungkam kebebasan berdemokrasi.
  • Menolak eksploitasi lingkungan berkedok Proyek Strategis Nasional (PSN) khususnya SWL Surabaya. Negara wajib menghormati serta melindungi hak-hak atas tanah adat masyarakat Papua dari cengkeraman oligarki.
  • Mendesak pemerintah pusat dan daerah segera memulihkan ekosistem yang rusak akibat eksploitasi, yang secara nyata telah menghancurkan komoditas lokal dan mematikan mata pencarian para petani.
  • Menuntut evaluasi total terhadap jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP. Pemerintah harus segera membangun sistem mitigasi yang jelas dan memastikan penyaluran bantuan ke sekolah-sekolah dilakukan secara transparan, tepat sasaran, serta bebas korupsi.
  • Mengecam segala bentuk pelanggaran HAM dan segala upaya pembungkaman terhadap masyarakat sipil.

Pos terkait