Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng PT Pacific Harvest Indonesia

Pelepasan ekspor ditandai dengan prosesi pemecahan kendi sebagai simbol pemberangkatan 15 Full Container Load (FCL), masing-masing bermuatan sekitar 27 ton.

BANYUWANGI (wartadigital.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor sebanyak 405 ton produk ikan kaleng berupa sarden, makarel, dan tuna yang diproduksi PT Pacific Harvest Indonesia, Banyuwangi, ke sejumlah negara.

Pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti semakin tingginya daya saing produk olahan perikanan Jawa Timur di pasar internasional sekaligus  tingkat kepercayaan pasar global yang terus terjaga. Hal ini juga memperkuat hilirisasi industri yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pesisir.

Bacaan Lainnya

Pelepasan ekspor ditandai dengan prosesi pemecahan kendi sebagai simbol pemberangkatan 15 Full Container Load (FCL), masing-masing bermuatan sekitar 27 ton.

Dari total 15 kontainer tersebut, enam kontainer diekspor ke Tanzania, dua kontainer ke Uni Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE), satu kontainer ke Albania, tiga kontainer ke Pelabuhan Dar es Salaam, Tanzania, masing-masing satu kontainer ke Beirut, Lebanon, dan Sihanoukville, Kamboja, serta dua kontainer lainnya sesuai tujuan ekspor perusahaan.

Gubernur Khofifah mengatakan, di tengah dinamika geopolitik global, kebutuhan terhadap produk pangan siap saji justru menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut membuka peluang yang semakin besar bagi industri pengolahan hasil perikanan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

“Ternyata ketika berbagai negara mengalami konflik, kebutuhan ikan siap saji semakin tinggi. Tantangan itu justru menjadi peluang besar bagi Pacific Harvest Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima, Senin (6/7/2026).

Pelepasan ekspor ini dilakukan segera setelah peresmian PT Sunrise Masami International. Dikatakan Khofifah, hal ini menjadi bukti penguatan hilirisasi industri perikanan dan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Alhamdulillah kita bersyukur, tadi kita meresmikan Sunrise Masami International yang bergerak di industri kaleng. Saya juga baru tahu ternyata banyak sekali produk yang kemasannya menggunakan kaleng dan  kalengnya masih harus diimpor, termasuk yang digunakan Pacific Harvest ini,” tutur Khofifah.

Menurutnya, produksi kaleng di Banyuwangi akan memperbesar peluang ekspor sekaligus memperkuat perekonomian dan daya saing global. Terlebih dengan nilai tambah yang dilakukan lewat proses petik, olah, kemas, dan jual yang biasa digaungkan Gubernur Khofifah. gik

Pos terkait