Sosialisasi OJK di JCFF 2026: Perbarui SLIK, Riwayat Kredit Lunas Terbaru Maksimal Tiga Hari Kerja

Sosialisasi SLIK dan Edukasi Keuangan OJK dalam rangkaian kegiatan Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya, Minggu (19/7/2026).

SURABAYA (wartadigital.id) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat pembaruan data dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) guna meningkatkan kualitas informasi debitur sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Aturan baru SLIK ini mulai berlaku pada 1 Juli 2026, di mana pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) diwajibkan memperbarui status kredit atau pembiayaan yang telah dilunasi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan. Langkah ini diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif, terutama UMKM serta Program 3 Juta Rumah.

Bacaan Lainnya

Manager Divisi Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Jatim, Syifa Primastuti mengatakan optimalisasi SLIK merupakan upaya memperkuat infrastruktur informasi perkreditan nasional agar penyaluran kredit berlangsung lebih berkualitas, tepat sasaran, dan tetap menjaga stabilitas sektor keuangan.  Selain mempercepat pembaruan data, OJK juga menerapkan batas (threshold) informasi debitur hanya untuk fasilitas pembiayaan dengan nilai di atas Rp 1 juta.

“Kebijakan ini diharapkan membuat informasi yang tersedia lebih proporsional dan relevan dalam proses analisis kredit oleh lembaga jasa keuangan. Data debitur yang lebih mutakhir akan mempercepat proses penyaluran pembiayaan, termasuk KPR bersubsidi,” katanya saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi SLIK dan Edukasi Keuangan OJK dalam  rangkaian kegiatan Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya, Minggu (19/7/2026).

Dijelaskan Syifa, perbaikan kualitas data juga diharapkan membuka akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pelaku UMKM, serta kelompok yang selama ini masih menghadapi keterbatasan memperoleh layanan keuangan formal. Namun, OJK menegaskan bahwa catatan dalam SLIK bukan satu-satunya faktor yang menentukan diterima atau ditolaknya pengajuan kredit debitur. Keputusan tetap berada di tangan masing-masing lembaga jasa keuangan berdasarkan analisis kelayakan usaha, kemampuan membayar, manajemen risiko, serta penerapan prinsip kehati-hatian. “Jadi OJK bukan penentu lolos tidaknya kredit debitur, ini menjadi ranah kewenangan lembaga jasa keuangan setelah mereka melakukan serangkaian analisa,” katanya.

Syifa menjelaskan saat ini pengecekan SLIK dapat dilakukan secara online melalui aplikasi iDebKu OJK maupun secara langsung datang ke kantor OJK dengan membawa identitas sesuai persyaratan dan mengikuti proses verifikasi. Layanan ini gratis.   Pengurusan SLIK ini juga bisa diwakilkan, batasnya satu pemohon mewaklli maksimal 3 debitur.  Harus ada surat kuasa asli menggunakan materai Rp 10.000, dan kelengkapan identitas asli dari pemberi kuasa, identitas asli penerima kuasa, dokumen lainnya sesuai dengan jenis debitur. “Jadi saat ini semua permintaan informasi debitur SLIK OJK dipermudah, OJK terus melakukan perbaikan pelayanan,” katanya.

UMKM Sambut Baik JCFF

Ketua Koperasi Pageland Farm dari Banjarnegara, Sugiman menunjukkan produknya saat mengikuti pameran JCFF 2026 di Alun-Alun Surabaya, Minggu (19/7/2026).

Pada sisi lain, UMKM menyambut gembira pelaksanaan Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026 yang merupakan agenda high level event tahunan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim. Ajang tahunan ini membantu mereka dalam memasarkan produk, membangun jaringan hingga menambah pengetahuan terkait usaha mereka.

Ketua Koperasi Pageland Farm dari Banjarnegara, Sugiman mengatakan pihaknya mengikuti JCFF di Surabaya tahun ini adalah tahun ke-4. Kedatangan mereka mengikuti JCFF difasilitasi oleh BI Purwokerto Jawa Tengah, karena Koperasi Pageland Farm adalah mitra binaan mereka. Sejak mengikuti JCFF di Surabaya, permintaan akan Kopi Krastenan yang menjadi ikon produk Koperasi Pageland Farm terus meningkat.  Kopi Krastenan menyajikan jenis Kopi Arabika yang ditanam di lereng Gunung Dieng dengan keistimewaan muncul aroma gula aren.

“Jujur, kalau tidak dibantu Bank Indonesia, kami UMKM keberatan mengikuti kegiatan seperti ini, harus mengeluarkan biaya transportasi, sewa stan, biaya hidup selama kami di Surabaya. Tapi menjadi ringan karena kami dibantu Bank Indonesia ,” katanya.

Dia berharap event-event seperti ini bisa digelar setiap tahun karena dia menjadi saksi bagaimana efek pelaksanaan JCFF dalam usaha mereka. Permintaan bisa naik 100% lebih sejak ikut JCFF. Tak hanya laku saat pelaksanaan pameran, bahkan banyak konsumen yang repeat order melalui WA, sosmed setelah pameran. Dan Jatim menjadi salah satu basis pasar produk mereka.

“Ajang JCFF seperti ini luar biasa, sangat membantu UMKM mengenalkan, memasarkan  produknya ke masyarakat secara luas. Saya berharap Bank Indonesia bisa menggelar event ini setiap tahun,” katanya.

Koperasi Pageland Farm mengambil  biji kopi dari petani Banjarnegara, setelah diolah dipasarkan ke coffee shop di Banjarnegara dan sekitarnya, menembus pasar Jawa Tengah. Juga masuk online shop di marketplace , masuk pasar Jakarta hingga Kalimantan.

Kopi Kare dari Madiun juga berpartisipasi dalam ajang JCFF 2026 di Alun-Alun Surabaya, Minggu (19/7/2026).

Hal yang sama juga diungkap Kopi  Kare dari Madiun. Sesuai namanya, Kopi Kare dihasilkan petani lereng Gunung Wilis, tepatnya warga Desa/Kecamatan Kare. Sumadi, pemilik  Kopi Kare Madiun mengatakan pelaksanaan JCFF yang difasilitasi Bank Indonesia membantu mereka mengenalkan produk ke masyarakat. “Kami berharap Bank Indonesia bisa terus menggelar JCFF untuk membantu memasarkan dan mengenalkan produk kami,” katanya.

Saat ini ada empat jenis kopi Kare yang diproduksi, yaitu Robusta, Robusta Lanang (Peaberry), Arabika, dan Excelsa.

Merujuk literatur yang ada, Kopi Kare bukanlah kopi biasa, melainkan salah satu kopi tertua di Indonesia. Kopi Kare telah ditanam sejak zaman Belanda tahun 1880-an di Perkebunan Kandangan, Kecamatan Kare.

Untuk diketahui, pada tahun ini JCFF yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Jatim mengusung tema “Java Coffee: From Local Flavours to Global Horizons” dan dilaksanakan pada 17-19 Juli 2026 di Alun-Alun Surabaya dan Hotel Kampi Surabaya. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, JCFF tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga sarana penguatan ekosistem usaha, kolaborasi, dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM. nti

Pos terkait